Kamis, 30 April 2026

Bangkit Dari Pasca Bencana, BNPB Pamerkan Produk Binaan di GPUID 2022

BNPB) berpartisipasi dengan menghadirkan produk hasil pendampingan terhadap kelompok terdampak bencana di GPUID 2022

Tayang:
Wakil Walikota Banjarmasin, Arifin Noor dan  Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan SDA, Dra. Andi Eviana 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pameran Gebyar Produk Unggulan, Pariwisata & Investasi Dearah (GPUPID) 2002 menampilkan berbagai produk unggulan dengan kualitas ekspor dari berbagai daerah.

Untuk mendukung sekaligus mempromosikan pemasaran produk-produk UMKM, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berpartisipasi dengan menghadirkan produk hasil pendampingan terhadap kelompok terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia.

Event GPUID ini diselenggarakan di Festival Citilink mulai 26-29 Mei 2022 yang di sponsori oleh Jawara Patra.

Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan SDA, Dra. Andi Eviana, mengatakan, kegiatan pendampingan ini, bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi negeri, terutama di wilayah yang pernah terjadi bencana masif  yang mengakibatkan dampak ekonomi pada masyarakat.

Pameran GPUID
Pameran GPUID ()

Beberapa perguruan tinggi tersebut, diantaranya, Universitas Hasanuddin (Sulsel), Universitas Tadulako (Sulteng), Universitas Mataram (NTB), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Banten), Institut Pertanian Bogor (Jawa Barat), Universitas Lampung (Lampung), Universitas Bengkulu (Bengkulu) dan Universitas Jenderal Sudirman (Jawa Tengah).

"Semoga dengan adanya pameran ini bisa membawa berkah untuk para pelaku UMKM, karena setelah adanya bencana perekonomian mereka terpuruk," ujar Evi, Jumat (27/5/2022).

Berbagai produk mulai dari makanan seperti rengginang, kerupuk ikan, kerajinan seperti kain tenun, dan alat rumah tangga lainnya bisa Anda temukan di pameran ini.

Pembinaan yang dilakukan oleh BNPB, dijelaskan Evi bukan berupa modal dalam bentuk uang tunai.

"Bantuan yang diberikan bentuknya adalah peralatan sehingga universitas terkait bisa membantu dalam bentuk pemasaran sehingga ada komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah bisa lebih kuat," ujarnya.

Ia juga berharap para pelaku UMKM bisa go internasional karena beberapa UMKM binaannya sudah bisa ekspor ke negara lain.

"Dari NTB sudah ada gula semut dan ada juga black garlic yang ekspor ke Korea," kata Evi.

Sementara itu untuk berbagai camilan lainnya diharapkan Evi bisa menjadi oleh-oleh untuk tamu yang berkunjung ke daerah untuk dibawa pulang.

Melalui pendampingan ini, Evi berharap para pelaku UMKM dari pasca bencana ini bisa kembali pulih dan bisa menjadi kelompok lebih besar lagi.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved