Wujudkan Jabar Juara Lahir Batin, Pemprov Jabar Perkuat Kolaborasi Pentahelix
Untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin pemprov jabar melakukan kolaborasi pentahelix salah satunya dengan media massa
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Plh. Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan media massa merupakan rekan kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin.
Dalam semangat pentahelix, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng unsur akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media massa.
Pria yang akrab disapa Pak Uu ini mengatakan media massa pun merupakan salah satu pilar demokrasi. Pemerintah bersama media massa terus memperkuat demokrasi dan upaya demokratisasi di negeri ini.
"Kita tahu media merupakan salah satu pilar demokrasi, di mana negara kita mengusung demokrasi, maka demokrasi bisa kuat, demokrasi bisa berjalan, demokratisasi bisa ada progres, kalau didukung dengan pilar-pilar yang ada, salah satu pilar demokrasi adalah adanya kebebasan media," kata Pak Uu dalam sambutan acara Editor's Choice 2.0 Tribun Jabar di Kota Bandung, Senin (23/5).
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat penghargaan Editor Choice 2.0 Tribun Jabar kategori Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi.
Pak Uu pun mengapresiasinya dan mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus bekerja sama dengan dunia media massa untuk meyujudkan visi dan misinya.
Karenanya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan visi misi Jabar Juara Lahir Batin, membutuhkan kolaborasi dalam unsur-unsur pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media massa.
"Dalam kolaborasi, di situ ada media. Dengan media kami bisa bersilaturahmi dengan masyarakat, karena kami pemerintah sekalipun memiliki kewenangan kami memiliki daulah, memiliki anggaran, tapi keterbatasan pandangan kami, keterbatasan telinga kami, keterbatasan tangan kami, maka keterbatasan itu dibantu dengan hadirnya media," katanya.
Program pemerintah bisa sampai kepada telinga masyarakat Jawa Barat pun, ia mengatakan dibantu oleh media.
Karenanya, ia mengatakan kerja sama antara pemerintah dengan media massa harus terus diperkuat.
Melalui media massa, katanya, masyarakat bisa menyampaikan pendapat dengan bebas dan dengan media pun bisa memberikan saran kepada pemerintah. Maka media sangat dibutuhkan terutama pada era globalisasi atau digitalisasi seperti saat ini.
"Dulu orang yang butuh media hanya pejabat, dulu orang yang butuh informasi hanya pengusaha, tapi hari ini dalam dunia digital bukan hanya pejabat dan bukan hanya para pengusaha, tapi seluruh lapisan masyarakat sangat membutuhkan informasi," kata Pak Uu.
Ia pun memberi pesan bahwa baik atau buruk citra sebuah media tergantung pada produk yang dihasilkan. Ia berharap media massa jangan sampai memberitakan secara melenceng dari fakta yang ada.
"Bagaimana kata wartawan, itulah kata dunia. Kalau kata media hebat, maka orang menyebutnya hebat, kata media itu orang baik, maka dunia akan menyebutnya baik," katanya.
Ia mengatakan integritas sebuah media sangat dibutuhkan, juga keimanan dan ketakwaan seorang wartawan pun sangat dibutuhkan karena itulah yang menjadi tolok ukur kualitas seorang wartawan.
"Hari ini banyak berita yang memang terkadang tidak bisa dipertanggungjawabkan, tapi kami yakin wartawan yang hebat yang memiliki dedikasi, tidak mungkin membuat kebohongan dalam sebuah pemberitaan, karena tahu bohong adalah haram," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/plh-gubernur-jawa-barat-uu-ruzhanul-ulum-pada-acara-editor-choice-20-tribun-jabar.jpg)