Kecelakaan Maut di Karawang

Saksi Mata Ungkap Kengerian saat Elf Alami Kecelakaan Maut, Terbang dan Tabrak Mobil Pick Up

Kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Pantura Karawang tepatnya di Tamelang Purwasari, Karawang, Jawa Barat pada Minggu (15/5/2022) itu menewaskan 7 or

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Ravianto
Warta Kota/Muhammad Azzam
Suasana pemakaman Asiyah Binti Aluk (29) warga Dusun Krajan, Desa Belendung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Senin (16/5/2022). Anak Aisyah kini jadi yatim piatu karena suaminya, Yayan Sopian juga meninggal dalam kecelakaan maut di Karawang, Minggu (15/5/2022) sore.(Warta Kota/Muhammad Azzam) 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Peristiwa kecelakaan maut di Karawang menyisakan kengerian bagi salah satu saksi mata.

Kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Pantura Karawang tepatnya di Tamelang Purwasari, Karawang, Jawa Barat pada Minggu (15/5/2022) itu menewaskan 7 orang termasuk pasangan suami-istri.

Salah satu saksi mata mengungkapkan bagaimana awal mula mobil Isuzu Elf yang nahas itu bisa terlibat dalam kecelakaan maut.

Irfan Revolin (31) penjual warung kopi di Dusun 2 RT 1 RW 3 Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Karawang, Jawa Barat tengah duduk termangu  di depan warungnya.

Tiba-tiba ia mendengar suara dan melihat mobil microbus elf yang dikendarai Deni Budiman (41)  ugal-ugalan melaju kencang dari arah Karawang menuju Cikampek.

Terlihat mobil tersebut hendak terguling, namun tiba-tiba kemudian menabrak pembatas jalan dan melompat tinggi ke arah seberang jalan.

Ketika melompat tinggi mobil elf tersebut menabrak bagian belakang mobil pikap yang ditumpangi kurang lebih sepuluh warga. Irfan melihat dari mobil pikap itu terpental satu orang pria, yang dinyatakan pihak kepolisian meninggal dunia yakni Yayan Sopian (30) warga Belendung, Kecamatan Klari.

Baca juga: Satu Bocah 6 Tahun Jadi Yatim Piatu, Ayah Ibunya Jadi Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Karawang

Baca juga: Daftar Nama Korban Kecelakaan Maut di Karawang, 7 Orang Tewas 4 Luka Berat

Baca juga: Detik-detik Kecelakaan Maut di Karawang, 7 Orang Tewas, Isuzu Elf Lawan Arah, Tubuh Bergelimpangan

Kemudian mobil pikap tersebut langsung memepetkan kendaraannya kepinggir jalan. Irfan melihat ada sejumlah korban lainnya pada mobil pikap tersebut salah satunya adalah Aisyah binti Aluk (29) yang juga meninggal dunia dan anaknya Najea (6) yang mengalami luka berat.

Yayan Sopian dan Aisyah adalah suami istri sementara Najea adalah anak mereka.

"Saya lihat ada anak kecil yang nangis dan luka kepalanya, " kata Irfan Senin (16/5/2022).

Irfan juga melihat, mobil microbus elf yang dikendarai Deni Budiman (41)  menabrak empat sepeda motor setelah menabrak pikap. Ia langsung berlari menyaksikan banyak korban yang terkapar.

Suasana kata Irfan begitu mencekam sore itu. Banyak yang  darah yang keluar dari para korban yang terkapar. Bahkan para korban sudah banyak yang tidak sadarkan diri karena kecelakaan maut tersebut.

"Sudah sering terjadi kecelakaan di wilayah ini, tetapi kecelakaan yang seperti ini baru pertama kali, " kata Irfan.

Microbus elf pun baru bisa berhenti, setelah sepeda motor matic yang ditabraknya masuk ke kolong microbus. 

Dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Pantura itu tercatat tujuh orang meninggal dunia dan sepuluh orang mengalami luka.

1 Bocah Jadi Yatim Piatu

Seorang bocah 6 tahun korban kecelakaan maut di Karawang tepatnya di Jalan Raya Tamelang, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Minggu (15/5/2022) sore menjadi yatim piatu.

Ayah dan ibunya yakni Yayan Sopian (30) dan Asiyah Binti Aluk (29) warga Dusun Krajan, Desa Belendung, Kecamatan Klari meninggal dunia.

Keduanya meninggal dalam keadaan luka parah setelah mobil pick up yang ditumpanginya ditabrak mobil Elf dari arah berlawanan.

Sementara kondisi anak korban Najea (6) mengalami luka berat.

Warsito (47) paman korban menuturkan, awal mendapatkan kabar pada sore hari.

Bahwa Suzuki pick up yang membawa keponakannya bersama anaknya dan rombongan keluarga lainnya dari lokasi wisata di Purwakarta.

Warsito pikir hanya kecelakaan biasa. Namun setelah ia memastikan kecelakaan tersebut. Ternyata dua keluarganya menjadi korban meninggal dunia dan empat keluarganya mengalami luka-luka.

"Saya pikir cuma kecelakaan biasa, ternyata musibah yang berat," kata Warsito di sela pemakaman Aisyah, Senin (16/5/2022).


Almarhum Yayan Sopian dimakamkan di tempat tinggalnya di Kiarapayung, Kecamatan Klari dan Aisyah di tempat pemakaman keluarga di Poponcol Klari.

Sementara anaknya Najea (6) mengalami luka berat masih di rawat di Rumah Sakit Fikri.

"Punya anak satu, dan kondisi luka parah masih dirawat di rumah sakit," katanya.

Dijelaskan Warsito, rombongan keluarga menggunakan mobil pick up baru saja pulang usai berwisata di wilayah Purwakarta.

Karena ada keluarga yang di wilayah Tamelang, rombongan berencana untuk mengantar terlebih dahulu pulang sebelum kembali ke Desa Belendung, Kecamatan Klari.

Belum sampai ke rumah di Tamelang, kecelakaan pun terjadi. Bagian belakang mobil pick up itu pun tak bisa menghindari hantaman mobil microbus elf yang melawan arus setelah oleng dan masuk ke jalur berlawanan.

"Karena sopir dan keluarga di depan itu selamat, kemungkinan bagian belakang yang di tabrak. Kami tentunya sangat kaget, ketika mendengar kecelakaan tersebut dan harus ada korban jiwa dari keluarga kami, " katanya.

Selain Yayan Sopian dan Aisyah, ayah Aisyah Aluk (64) mengalami luka ringan.

Lalu tiga ponakannya Amam Tamimi, Ati dan Asmadi juga mengalami luka ringan dan masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Awalnya anak-anak saya juga mau ikut, tapi engga saya izinin. Kami benar-benar engga menyangka dan sangat berduka," katanya.

Kecelakaan maut di Jalan Raya Tamelang, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang menelan korban jiwa 7 orang dan 10 orang mengalami luka.

 

(Cikwan Suwandi) 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved