Perempuan di Sukabumi Dihabisi

Sebelum Rajapati Wanita di Sukabumi, Pelaku Pernah Dobrak Pintu dan Ancam Korban saat Mabuk

Pelaku sempat datang tengah malam sambil keadaan mabuk mendobrak pintu kelurga korban dan mengacamnya.

Tribun Jabar/ Dian Herdiansyah
Saat warga menunjukan lokasi korban keluar dari kamar adiknya saat penusukan terjadi. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Fakta-fakta Kelakuan pelaku terduga pembunuh Eneng Kulsum (35) semakin terungkap oleh keluarga korban, Minggu (15/5/2022).

Disinyalir, terduga pelaku merencana rajapati terhadap korban. Pasalnya pelaku sempat datang tengah malam sambil keadaan mabuk mendobrak pintu kelurga korban dan mengacamnya.

Kakak korban, Iyan Sofyan (40), mengatakan, terduga pelaku merupakan warga Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga: Detik-detik Wanita di Sukabumi Dihabisi Mantan Kekasih di Depan Rumah, Sempat Teriak Si Gelo!

Sebelum terjadinya pembunuhan terhadap korban, korban sama pelaku menjalin hubungan asmara selama empat bulan.

"Jadi pas mau lebaran itu, adik saya menyudahi hubungannya. Karena adik saya mulai tahu dan menyadari bahwa pelaku ini berkelakuan jelek lah," jelasnya.

Kemudian, setelah lebaran, pelaku pernah datang ke rumah korban seusai diputuskan.

"Ada seminggu setelah. Pelaku datang ke rumah, awalnya datang baik-baik dan meminta maaf kepada adik saya," jelasnya.

Tak lama setelah itu. Tiba-tiba tengah malam, pelaku mendobrak pintu rumah keluarga korban dengan keadaan mabuk sambil mengancam.

"Nah keluarga kaget tiba-tiba masuk rumah keadaan mabuk. dengan memgancam korban," jelasnya.

Iyan menjelaskan, adiknya tidak mau balikan dengan terduga pelaku, karena adiknya memilih untuk kembali rujuk dengan mantan suaminya.

"Tanggal 12 kemarin malam itu, keduanya rujuk di rumah saya, dengan tujuan berpikir untuk masa depan kedua anaknya yang masih pada kecil," jelasnya.

Baca juga: Murka Suami di Sukabumi, Nyawa Istri Dirampas Padahal Sudah Rujuk Demi Masa Depan Anak

Sebelum terjadi rujuk, Iyan menyebut, terduga pelaku sempat mengancam adiknya.

"Jika tidak mau balikan dengannya akan membunuhnya, dan saya kasih tau untuk ngasih tau RT supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan," ucapnya.

Ayah korban, Endang (63), menceritakan seminggu setelah lebaran tahun 2022 kemarin, terduga pelaku sempat datang ke rumahnya meminta bertemu dengan korban.

"Jadi pas waktu itu jam 9 malam datang ke sini, awalnya ia baik-baik ngomong dan meminta maaf lalu pergi," ujarnya.

Kemudian setelah itu. Tiba-tiba pelaku datang dan mendobrak pintu rumah serta melakukan ancaman.

"Nah tidak tau apa masalahnya. Pas jam 11 malam datang lagi yang langsung tanpa permisi masuk ke dalam rumah memaksa ingin bertemu korban (kayaknya lagi mabuk), sambil mengancam kalau tidak dipertemukan awas lihat saja nanti akibatnya," paparnya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved