Anggota DPRD Indramayu Dituntut 12 Tahun Penjara Imbas Kasus Perampasan Nyawa di Lahan Tebu

"Ketiga, terdakwa adalah anggota DPRD yang seharusnya menjadi teladan yang baik bagi masyarakat tapi kenyataannya sebaliknya," ucapnya.

Tribun Jabar/Handhika Rahman
Sidang lanjutan terhadap Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis) sekaligus Anggota DPRD Indramayu, Taryadi di PN Indramayu, Kamis (12/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) membacakan tuntutan 12 tahun penjara terhadap Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis) sekaligus anggota DPRD Indramayu, Taryadi.

Tuntutan itu dibacakan dalam sidang lanjutan kasus bentrok berdarah yang mengakibatkan dua petani asal Majalengka meninggal dunia terbunuh di lahan tebu Hak Guna Usaha (HGU) PG Jatitujuh.

Sidang lanjutan tersebut digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Kamis (12/5/2022).

Kasi Pidum Kejari Indramayu, M Ichsan mengatakan, tuntutan yang dibacakan ini sesuai dengan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP.

"Oleh JPU, terdakwa dituntut pidana selama 12 tahun penjara," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

M Ichsan menjelaskan ada beberapa poin yang memberatkan hukuman terdakwa.

Pertama, perbuatan terdakwa telah membuat resah masyarakat dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Baca juga: Siap Mundur Jika Bohong, Wabup Sumedang Soal Adanya Orang Kuat di Balik Alih Fungsi Lahan Citengah

Kedua, terdakwa tidak mengakui perbuatannya.

"Ketiga, terdakwa adalah anggota DPRD yang seharusnya menjadi teladan yang baik bagi masyarakat tapi kenyataannya sebaliknya," ucapnya.

Kuasa Hukum Taryadi, Ahmad Yani, mengatakan tuntutan selama 12 tahun penjara sangat memberatkan terdakwa.

Ia pun akan berupaya maksimal membela agar hukuman klien bisa diringankan oleh majelis hakim.

"Kami akan memaksimalkan pembelaan kami di pledoi terdakwa nanti, Rabu 25 Mei 2022," ujarnya.

Ia menilai ada beberapa poin yang bisa meringankan hukuman klien dan bisa menjadi pertimbangan majelis hakim.

Di antaranya, karena terdakwa adalah anggota DPRD Kabupaten Indramayu atau tokoh masyarakat yang belum pernah tersangkut tindakan pidana.

Baca juga: Serikat Petani Indonesia Demo di Pendopo Indramayu, Tuntut Penyelesaian Konflik HGU PG Jatitujuh

Sementara itu, Wandita adik satu di antara korban perampasan nyawa berharap aparat penegak hukum bisa berlaku adil dengan memberikan hukuman berat kepada para pelaku.

"Saya berharap pada Pak Jaksa dan Pak Hakim yang mengadili para pelaku, bisa menghukum pelaku seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya yang menghilangkan nyawa kakak saya," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved