Disparbud Jabar: Membludaknya Wisatawan Saat Libur Lebaran Berdampak Minim pada UMKM

"Wisatawan banyak, tapi roda perekonomian masih tetap sama seperti libur biasa, ini mohon maaf istilahnya botram dalam bahasa Sunda," Benny Bachtiar

Tribun Jabar / Handhika Rahman
Wisatawan berlibur di Pantai Karangsong Indramayu pada Selasa (2/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat membuat sejumlah catatan selama arus libur Lebaran 2022.

Salah satu catatan yang disorot adalah soal membeludaknya wisatawan yang belum berbanding lurus dengan geliat ekonomi UMKM warga lokal di sekitar wisata.

Kadisparbud Jabar, Benny Bachtiar, mengatakan ada beberapa evaluasi selama libur Lebaran.

Berdasarkan hasil interkasinya dengan warga, salah satu yang disorot yakni jumlah pelancong yang datang ke destinasi wisata nyatanya kurang mendongkrak roda perekonomian khususnya bagi pengusaha kecil menengah.

"Wisatawan banyak, tapi roda perekonomian masih tetap sama seperti libur biasa, ini mohon maaf istilahnya botram dalam bahasa Sunda. Mereka membawa makanan dari rumah, makan di tepi pantai dan sampahnya berserakan di mana-mana," ujar Benny Bachtiar, Senin (9/5/2022).

Untuk mengatasi keluhan tersebut, Disparbud Jabar sedang menggodok sejumlah cara untuk menyelaraskan roda wisata dan geliat perekonomian warga lokal.

Baca juga: Selama Libur Lebaran, Pangandaran Dapat PAD Rp 5,2 Miliar dari Objek Wisata

Ia mengimbau pelaku UMKM, khususnya kuliner, agar tetap mematok harga yang wajar.

"Penyedia makanan misalnya tidak boleh mematok harga yang tinggi, misal minuman di minimarket Rp 2.000, jual Rp 3.000 jangan Rp 7.000 atau Rp 10 ribu."

"Ini ekonomi bisa berputar karena UMKM bisa meningkat terutama pemilik warung, pengunjung tidak keberatan karena harganya relatif wajar," ujar Benny Bachtiar.

"Kan tujuan membangun destinasi wisata untuk membangun ekonomi kemasyarakatan. Untuk apa objek wisata kalau tidak berdampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya?" katanya.

Selain itu, Disparbud Jabar juga tengah mengatur regulasi agar konglomerasi tidak mengambil porsi dari masyarakat lokal di lokasi wisata. Hal ini, pernah ia atur saat mengunjungi Pantai Karang Potong di Cianjur.

"Yang kita pikirkan UMKM-nya, kan tujuan dibangun objek wisata untuk mendongkrak perekonomian masyarakat bukan untuk konglomerasi semata. Kami coba atur kemarin di Karang Potong, sudah oke, view oke. Saya instruksikan tidak boleh menjual makanan yang sudah ada di masyarakat, artinya nanti segmen lain, biarkan di masyarakat tumbuh," ujar Benny.

Baca juga: Jutaan Wisatawan Serbu Berbagai Objek Wisata di Kabupaten Sukabumi di Momen Libur Lebaran

Selain menyoroti soal roda ekonomi masyarakat lokal, Disparbud Jabar juga mencatat soal infrastruktur pendukung wisata yang masih harus diperhatikan di antaranya tempat sampah, musala, dan toilet.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved