Kamis, 9 April 2026

TERNYATA Ada Petir saat Suara Gemuruh Misterius Didengar Warga Cisaat Sukabumi

MKG Stasiun Bandung turut memberikan penjelasan soal suara gemuruh misterius yang didengar sejumlah warga Desa Selajabe Kecamatan Cisaat Sukabumi

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar
Ilustrasi Petir 2 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - BMKG Stasiun Bandung turut memberikan penjelasan soal suara gemuruh misterius yang didengar sejumlah warga Desa Selajabe Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. 

Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu menjelaskan terkait adanya suara gemuruh dan getaran dari tanah pada hari Jum’at dan Sabtu, 22 dan 23 April 2022 sekitar pukul 6:00-10:00 WIB. 

"Berdasarkan dari laporan masyarakat tersebut, BMKG Bandung menelusuri dengan peralatan yang kami miliki berupa jaringan Seismograph, Lightning Detector,  serta data pengamatan satelit," jelasnya keterangan rilisnya kepada Tribunjabar.id, Minggu (24/4/2022).

Teguh menuturkan, berdasarkan hasil monitoring tersebut, dapat disampaikan sebagai berikut:

1. Jaringan Seismograph BMKG Bandung pada tanggal 22 dan 23 April 2022 dari pukul 6:00 – 10:00 WIB tidak merekam adanya aktivitas gempa bumi di sekitar lokasi.

2. Alat Lightning Detector BMKG Bandung pada tanggal 22 April 2022 pukul 9:23:05 WIB dan 9:23:14 WIB mencatat aktivitas petir IC (Intra-Cloud) terdekat pada jarak 2.01 Km dan 2.36 Km, arah tenggara dan Barat Daya dari Kantor Desa Selajambe.

Baca juga: PVMBG Beri Penjelasan soal Suara Gemuruh Misterius di Sukabumi

Kemudian pada tanggal 23 April 2022 mencatat aktivitas petir yang cukup jauh, yaitu CG + (Cloud to Ground positif) sekitar 19.6 Km arah utara dari Kantor Desa Selajambe dan CG - (Cloud to Ground negatif) sekitar 21.4 Km arah Barat laut dari Kantor Desa Selajambe.

3. Berdasarkan data pengamatan satelit, pada saat yang dilaporkan, tidak terdapat awan Cb ataupun Cu yang dapat menyebabkan badai petir. Kondisi cuaca pada saat kejadian adalah cerah berawan, sehingga bisa disimpulkan penyebab gemuruh bukan disebabkan oleh 
fenomena atmosferik.

"Berdasarkan hasil monitoring pada tanggal 22 dan 23 April 2022 dari pukul 6:00 – 10:00 WIB tidak adanya aktivitas seismik (patahan gerakan dari kerak bumi), terdapat aktivitas petir yang tercatat pada tanggal 22 April 2022, pukul 9:23:05 WIB dan 9:23:14 WIB yaitu Petir IC (Intra-Cloud) terdekat pada jarak 2.01 Km dan 2.36 Km, arah tenggara dan barat daya dari Kantor Desa Selajambe," terang Teguh.

"Namun penyebab dari suara gemuruh dan getaran tanah tersebut masih belum dapat dipastikan," tutur Teguh.

Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

"Masyarakat diharap hanya percaya pada informasi resmi, kebencanaan melalui informasi resmi yang dikeluarkan dari pihak yang berhubungan langsung," imbuhnya.

Kronologi

Sebelumnya, Fenomena adanya getaran dan suara gemuruh menggegerkan warga Kampung Selajambe RT 17/06 Desa Selajambe, Kecamatan Kabupaten Sukabumi. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved