Kanker Serviks Kian Banyak Menyerang Kaum Wanita, Dua Hal Ini Penyebabnya, Cegah dengan Cara Berikut

Kanker serviks disebabkan oleh dua hal kontak seksual. Kedua, non-seksual namun bisa dicegah dengan cara-cara berikut

Editor: Siti Fatimah
shutterstock
Illustrasi kanker serviks. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kanker serviks hingga kini masih menjadi kanker yang ditakuti oleh kaum wanit setelah kanker payudara. Dikutip dari laman resmi UGM, dr. M. Ary Zucha, Ph.D, Sp.OG, dari Departemen Obstetri dan Ginekologi, FKKMK UGM melalui Siaran Bincang Santai Raisa Radio pada Senin, (14/3) mengatakan, kanker serviks memang sesuatu yang menyeramkan, tapi kabar baiknya bahwa kanker serviks sangat bisa dicegah.

"Jadi ini suatu kanker yang sangat preventable. Kanker serviks ini sangat berhubungan dengan kejadian infeksi virus HPV (humanpapilloma virus). Sebagian besar penularannya melalui kontak seksual. Kedua, non-seksual, misalnya melalui pakaian dalam yang berganti-ganti orang, kurang bersih, sarung tangan dokter yang tidak berganti setiap pasien, dan sebagainya,” ujar Zucha.

Pencegahan kanker serviks menurut Zucha bisa dilakukan dengan vaksinasi HPV/humanpapilloma virus (pencegahan primer) dan lesi prakanker (pencegahan sekunder). Vaksinasi atau imunisasi HPV dilakukan untuk mencegah infeksi virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Baca juga: Sariawan Tak Kunjung Sembuh, Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Terkena Kanker Rongga Mulut

Menurutnya, proses terjadinya kanker panjang, dari pertama kali terinfeksi HPV sampai menjadi kanker membutuhkan proses 3-17 tahun.

Dalam prosesnya, dari infeksi HPV sampai jadi kanker melewati suatu proses panjang yang dinamakan lesi pra kanker.

"Kita anggaplah luka, jadi ada luka yang terjadi karena infeksi HPV namun belum bisa dianggap kanker. Oleh karena itu pencegahan kanker serviks itu ada 2, satu yaitu pencegahan primer, kedua adalah deteksi dini dengan cara mengenali (lesi prakanker), sudah terinfeksi tapi jangan sampai jadi kanker,” katanya.

Baca juga: Mengenal Terapi Sel T Car dan Cara Kerjanya untuk Pengobatan Kanker Darah

Ia menyebutkan terdapat dua kelompok virus HPV, yaitu HPV risiko tinggi dan HPV risiko rendah. HPV risiko tinggi dikaitkan dengan perkembangan menjadi kanker serviks, sedangkan HPV risiko rendah tidak menyebabkan kanker serviks tapi menyebabkan kutil.

“Yang ganas atau berisiko tinggi, yaitu kelompok HPV yang menyebabkan kanker, misalnya tipe 16 dan 18. Sedangkan yang berisiko rendah tidak menyebabkan kanker, tetapi menyebabkan kutil, misalnya tipe 6 dan 11,” kata Zucha.

Untuk itu, Zucha menyarankan kepada masyarakat untuk melakukan skrinning kanker serviks dengan menjalani pap smear atau IVA di puskesmas/bidan/dokter terdekat.

Baca juga: Kenali Apa Itu Napak? Layanan Navigasi Bagi Pasien Kanker Dari Kemenkes

Menurutnya, apabila kita mengenali lesi prakanker atau sebelum terjadinya kanker serviks dan kita obati, maka angka kesembuhannya 86-95%.

Jadi kalau mengetahui dari awal, angka kesembuhannya tinggi sekali.

"Jika dideteksi atau di diagnosis pada stadium awal, masih bisa dioperasi dan pengobatannya tuntas, angka kesembuhannya juga semakin baik, namun semakin stadium lanjut, maka angka kesembuhannya rendah. Oleh karena itu, saya mempromosikan untuk skrinning kanker serviks di puskesmas atau dokter  untuk mendeteksi sedini mungkin lesi prakanker,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved