Jika Rebut Kota Ini, Rusia Bisa Menangkan Perang atas Ukraina
Operasi militer Rusia di Ukraina masih berlangsung. Jika Kota Mariupol direbut, Rusia dinilai akan berhasil dalam misinya.
TRIBUNJABAR.ID- Operasi militer Rusia di Ukraina masih berlangsung. Jika Kota Mariupol direbut, Rusia dinilai akan berhasil dalam misinya.
Hal itu dikatakan Gubernur Donetsk Pavlo Kryrylenko yang menyebut bahwa keberhasilan operasi militer Rusia tergantung sejauh mana militer Rusia bisa merebut Mariupol.
Mariupol merupakan kota pelabuhan strategis Ukraina dan dikepung berminggu-minggu militer Rusia.
"Operasi ofensif musuh di selatan bergantung pada Mariupol. Musuh berusaha memfokuskan semua upayanya padanya," ujar Kyrylenko kepada AFP, Jumat (22/4/2022).
Warga Ukraina di kawasan itu sendiri sudah berulangkali menyerukan gencatan senjata agar keluar dari kota yang hancur itu.
Kyrylenko menambahkan bahwa Azovstal tetap bertahan dan pasukan Ukraina yang tersisa di kota masih memiliki beberapa amunisi, tetapi kelelahan setelah dua bulan perang Rusia vs Ukraina.
Para pejabat Ukraina dalam beberapa hari terakhir mendesak dibukanya jalur evakuasi untuk memungkinkan warga sipil mengungsi, dan menuduh pasukan Rusia terus melakukan serangan yang membuat evakuasi tidak mungkin dilakukan.
"Pihak Rusia sama sekali tidak pernah memenuhi kesepakatan tentang koridor kemanusiaan," kata Kyrylenko kepada AFP.
Dia mengatakan, pasukan Rusia menjadi semakin frustrasi karena kota itu bertahan, dan menuduh tentara Moskwa menebarkan kepanikan di antara penduduk yang tersisa.
"Bagaimana caranya? Blokade, kelaparan, pemboman terus-menerus, serangan udara, serangan rudal, artileri berat, dan tank, yang menghancurkan sebagian besar rumah di Mariupol," terangnya.
Kremlin minggu ini mengeklaim pembebasan Mariupol yang sangat penting bagi rencana perangnya, hampir dua bulan setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi Rusia ke Ukraina.