Rabu, 13 Mei 2026

Mengenal Terapi Sel T Car dan Cara Kerjanya untuk Pengobatan Kanker Darah

Sel T Chimeric antigen receptor atau Sel T Car jadi metode medis untuk pengobatan kanker, penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Tayang:
Editor: Mega Nugraha
ISTIMEWA
ilustrasi kanker 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Terapi Sel T Chimeric antigen receptor atau terapi Sel T Car jadi metode medis untuk pengobatan kanker, penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) mencatat, pada 2020, ada 396.914 kasus kanker di Indonesia dengan angka kematian mencapai 234,511.

Dari total data itu, ada 23.660 kasus kanker darah yang disebabkan disfungsi pertumbuhan dan perilaku sel.

Kondisi itu menyebabkan tubuh kelebihan sel darah putih yang diproduksi sumsum tulang dan kemudian mengarah ke kanker.

Sejauh ini, ilmu pengetahuan medis belum menemukan metode tes skrining untuk mendeteksi mendeteksi kanker darah sejak dini.

Di Indonesia, kanker darah menyerang anak-anak. Data Global Burden of Cancer (Globocan), pada 2018 diperkirakan 33,5% kasus Leukemia baru pada anak laki-laki umur 0-19 tahun dan 31% pada anak perempuan di Indonesia.

Baca juga: Menkes Budi Gunadi Wajibkan Vaksin Kanker Serviks, Rencanakan Akan Mulai Tahun Ini

Selain Leukemia, ada dua jenis kanker darah lainnya yang paling umum di Indonesia, yakni Limfoma dan Myeloma. Masing-masing dari jenis kanker darah tersebut memiliki penyebab pembentukannya sendiri.

Mengenal Terapi Sel T Car

Terapi Sel T CAR sendiri diyakini jadi metode pengobatan kanker darah paling modern sehingga memberi harapan hidup bagi para penderitanya.

“Dalam tiga dekade terakhir, kami melihat perkembangan luar biasa pada pengobatan baru untuk kanker. Pengobatan itu lebih efektif dan efek samping yang lebih kecil,” kata Dr Ang Peng Tiam, Direktur Medis dan Konsultan Senior, Onkologi Medis, dalam diskusi penyembuhan kanker yang digelar secara daring, digelar Parkway Cancer Center, Singapura, Rabu (20/4/2022).

Parkway Center sendiri merupakan pusat kanker swasta di Singapura dan melibatkan berbagai pihak dari pemerintah hingga organisasi masyarakat agar pengobatan kanker mudah diakses dan terjangkau pasien di Asia tenggara.

“Dengan pengobatan-pengobatan terbaru ini, kami dapat mengombinasikan beberapa pengobatan untuk mencapai hasil yang lebih baik," katanya.

Terapi Sel T CAR dilakukan dengan mengambil sel T di pasien dan memodifikasinya di laboratorium sehingga bisa mengenal target kanker di dalam tubuh.

Baca juga: Daun Salam Bisa Bantu Kontrol Gula Darah, Obat Alami Penderita Diabetes, Begini Cara Memanfaatkannya

"Setelah proses ini selesai, sel-sel tersebut dimasukkan kembali ke dalam tubuh pasien,” kata Dr Colin Phipps Diong, Konsultan Senior, Hematologi, Parkway Cancer Centre.

Sel T Adalah ...

Sel T adalah sel darah putih yang mendeteksi dan menghancurkan sel abnormal dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

Nah, pada pasien kanker darah, kemampuan sel T terganggu sehingga tidak dapat mendeteksi atau menghancurkan sel-sel kanker tersebut.

Sel T sendiri efektif dalam mengobati pasien relaps dengan kanker darah tipe Leukemia Limfoblastik Akut (ALL) dan Kanker Limfoma Non-Hodgkin seperti Diffuse Large B-Cell Lymphoma (DLBCL).

Sama dengan pengobatan lainnya, terapi Sel T CAR juga punya efek samping seperti Immune Effector Cell-Associated Neurotoxicity Syndrome (ICANS) yang pengaruhi sistem saraf pusat.

Kemudian efek samping CRS atau penyakit multisistemik yang berkembang setelah pengobatan Sel T CAR, seperti demam tinggi dan merinding, kesulitan bernapas, sakit kepala, detak jantung yang cepat, dan seterusnya.

CRS dapat muncul beberapa minggu setelah proses dimasukkannya Sel T ke dalam tubuh, tetapi biasanya terjadi dalam dua minggu.

Kategori Pasien yang Tidak Bisa Ikuti Terapi Sel T Car

Ada beberapa kategori pasien yang tidak bisa jalani terapi sel T Car. Seperti pasien yang memiliki hipertensi intrakranial atau tidak sadarkan diri, gagal pernapasan, pasien dengan koagulasi intravaskular diseminata, dan pasien hematosepsis atau infeksi aktif yang tidak terkendali.

“PCC akan terus mengembangkan keahlian dan layanan agar dapat senantiasa memberikan pengobatan kanker darah yang terkini. Kami selalu melihat ke masa depan. Penting bagi kami untuk terus membangun tim agar dapat memperluas jejak layanan kami dan memberikan pengobatan paling mutakhir seperti terapi Sel T CAR ini,” kata Dr Colin.

Cara Kerja Terapi Sel T Car

Pada pengobatan Sel T CAR, ada proses yang harus dilewati oleh pasien. Dimulai dengan skrining dan mengambil Sel T, diikuti oleh proses modifikasi Sel T.

Kemudian melakukan kemoterapi sebelum Sel T dimasukan kembali, proses memasukan Sel T CAR itu sendiri, dan terakhir adalah fase pemulihan dan pemantauan.

Kemudian, Sel T dipisahkan dan dipindahkan ke laboratorium untuk dimodifikasi. Proses ini dilakukan dengan memasukkan gen Chimeric Antigen Receptor (CAR) ke dalam Sel T.

Proses selanjutnya yakni memasukkan kembali Sel T CAR ke dalam tubuh. Dalam proses ini, pasien akan diberikan kemoterapi untuk menurunkan jumlah sel imun di dalam tubuh dan mempersiapkannya untuk menerima Sel T CAR tersebut.

Begitu Sel T CAR mulai mengikat sel-sel kanker di dalam tubuh, mereka akan mulai bertambah jumlahnya dan menghancurkan sel-sel kanker.

Dr Colin menekankan bahwa di era pengobatan yang berkembang pesat saat ini, kita perlu mengingat bahwa tidak seperti perawatan biasa, standar sebuah pengobatan memiliki rekam jejak yang panjang dalam menyeimbangkan risiko dan efektivitas, dengan efek samping jangka panjang yang dapat diketahui.

Setelah menyelesaikan proses-proses tersebut, pasien kemudian akan melalui fase pemulihan dan tindak lanjut. Selama 6-8 minggu ke depan, tim dokter akan dengan cermat memantau kondisi pasien dan efek sampingnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved