Sering Kalap Makan Saat Buka Puasa, Hindari Makanan Mengandung Zat Ini, Cegah Terserang Kanker

Saat buka puasa orang kerap kalap mengkonsumsi beragam makanan karena itu perhatikan tidak mengandung zat yang bisa picu kanker

Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA
ilustrasi kanker 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peneliti Kanker dari Fakultas Kedokteran UGM, Prof. dr. Sofia Mubarika Haryana, M. Med. Sc, Ph. D mengatakan kanker merupakan pembunuh nomor 2 setelah jantung.

Dikutip dari laman resmi UGM, di Indonesia, kanker payudara, kanker serviks, merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita; sedangkan untuk pria, kanker paru, colon vesica urinaria, prostat, usus. Untuk anak – anak, kanker yang paling banyak diderita adalah kanker darah – leukemia, kanker pada bola mata - retinoblastoma, pada otot- rhabdomyosarcoma, pada syaraf- neuroblastoma. Hal itu disampaikan Sofia yang ditemui di Gedung S3 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (5/2)

Sofia menjelaskan bahwa kanker yang terjadi pada anak dikarenakan kelainan genetik yang dibawa sejak yang dipicu oleh kandungan zat berbahaya bagi kesehatan yang bisa memicu munculnya kanker tersebut.

“Anak-anak berhak mendapatkan lingkungan yang sehat dan bersih terutama dari polusi dan asap rokok,” katanya.

Baca juga: Kenali Apa Itu Napak? Layanan Navigasi Bagi Pasien Kanker Dari Kemenkes

Alat Deteksi Kanker

Sofia mengatakan, saat ini alat deteksi dini kanker terus menerus dikembangkan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Salah satunya yang dikembangkan oleh FK UGM adalah alat deteksi dini kanker nasofaring disamping metode pemeriksaan yang sudah ada.

Dengan adanya alat deteksi ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap aware masyarakat terhadap penyakit kanker dan diharapkan dengan dukungan kemajuan teknologi, penyakit kanker pada penderita dapat diketahui pada stadium awal.

Biasanya, penderita baru memeriksa penyakit kanker ketika sudah pada stadium lanjut.

Baca juga: Kenali Kanker Anak Sejak Dini

“Kanker ini bisa disembuhkan secara total apabila diketahui secara dini. Jadi, jangan tunda pemeriksaan untuk mengetahui secara dini,” katanya.

Sofia menerangkan Fakultas Kedokteran UGM juga tengah melakukan penelitian terhadap berbagai tanaman obat sebagai pengganti obat kanker.

Melalui kemajuan teknologi, beberapa tanaman-tanaman bahan alam yang diteliti tersebut seperti cengkeh, kunyit, dan sebagainya yang sangat menjanjikan.

“Untuk pengobatan penyakit kanker yang menjanjikan selanjutnya dicari dari strukturnya selanjutnya disintesis untuk diujicobakan,” ujarnya.

Ilustrasi- kanker
Ilustrasi- kanker (toto sihono)

Pola Hidup Sehat

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved