Kakak Ipar Jahat Beraksi di Cirebon, Rudapaksa Adik Istri Berkali-kali, Korban Takut karena Diancam

ROP (31) yang terbukti merudapaksa adik iparnya sendiri diamankan petugas Satreskrim Polresta Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Giri
Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
Petugas Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon saat memeriksa ROP di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (16/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - ROP (31) yang terbukti merudapaksa adik iparnya sendiri diamankan petugas Satreskrim Polresta Cirebon.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, mengatakan, aksi itu terbongkar setelah ibu korban melapor ke Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon.

Menurut dia, pelapor merasa curiga terhadap sikap keseharian korban sehingga menanyakan dan memintanya untuk bercerita.

"Korban sempat tidak terbuka karena diancam dibunuh oleh tersangka," ujar Anton saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (16/4/2022).

Dia mengatakan, korban akhirnya menceritakan perbuatan bejat tersangka sehingga ibunya langsung melapor ke Satreskrim Polresta Cirebon.

Berbekal laporan itu, pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil menangkap ROP pada awal bulan ini untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: PNS Pasti Gembira, Ada Kabar Baik yang Disampaikan Menkeu Sri Mulyani soal THR dan Gaji Ke-13

"Ancaman pembunuhan dari tersangka membuat korban ketakutan sehingga tidak bercerita ke orang lain mengenai pemerkosaan tersebut," kata Anton.

Anton menyampaikan, tersangka pertama kali merudapaksa korban yang masih berusia 10 tahun pada 2018 dan berulang hingga 2021.

Korban yang kini berusia 14 tahun tersebut tinggal di satu rumah dengan tersangka.

Baca juga: Ibu Abdul Latip Kaget Tahu Anaknya Ikut Demo di Jakarta, Gusti Nu Agung Nanaonan Kudu Demo

"Tersangka menodongkan pisau ke leher korban dan mengancam jika menceritakan kejadian tersebut maka akan dibunuh," ujar Anton.

ROP tampak hanya tertunduk lesu saat menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon.

Dia lancar menjawab pertanyaan yang diberikan petugas.

ROP mengaku menyesal telah merudapaksa adik iparnya hingga berkali-kali.

Mengenai jumlah pastinya, dia lupa karena sudah terlalu sering. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved