Ramadan 1443 H

Mencari Jalan Hidayah di Balik Jeruji Besi, Cerita Napi di Lapas Indramayu yang Ingin Hijrah

Andi menyesali perbuatannya yang dulu. Ia ingin hijrah agar hidupnya lebih baik.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kegiatan Pesantren Kilat di Lapas Kelas II B Indramayu, Rabu (13/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Jalan untuk mencari hidayah bisa didapat di mana saja.

Bisa saja hidayah datang di balik jeruji besi.

Rasa penyesalan datang saat hukuman penjara di dunia harus dijalani.

Itu yang dialami oleh Andi Sofandi, warga binaan di Lapas Kelas II B Indramayu.

Ia kini harus mendekam di penjara karena kasus perdagangan manusia.

Di bulan Ramadan ini, Lapas Kelas II B Indramayu meningkatkan kegiatan keagamaan melalui pesantren kilat.

Para warga binaan khususnya yang beragama Islam diajak untuk lebih memperdalam ilmu agama.

Hal ini pun dimanfaatkan Andi untuk belajar agama Islam.

Andi Sofandi saat mengaji dalam kegiatan Pesantren Kilat di Lapas Kelas II B Indramayu, Rabu (13/4/2022).
Andi Sofandi saat mengaji dalam kegiatan Pesantren Kilat di Lapas Kelas II B Indramayu, Rabu (13/4/2022). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Andi Sofandi mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved