Pedagang dan Nelayan Serbu Mapolres Subang, Tidak Sedang Unjuk Rasa, Begini Penjelasan AKBP Sumarni

Ratusan pedagang kaki lima (PKL), warung, dan nelayan memadati Aula Mapolres Subang, Senin (11/4/2022). Mereka datang untuk mencairkan BLT.

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Ahya Nurdin
Nelayan dan pedagang saat menunggu pembagian BLT di Mapolres Subang, Senin (11/4/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang,  Ahya Nurdin

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Ratusan pedagang kaki lima (PKL), warung, dan nelayan memadati Aula Mapolres Subang, Senin (11/4/2022).

Mereka datang untuk mencairkan bantuan langsung tunai (BLT).

Kapolres Subang, AKBP Sumarni, mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

"Polres Subang hanya bersifat mencari sasaran dan menyalurkan. Kami libatkan bhabinkamtibmas dalam melakukan pendataan terhadap masyarakat yang berhak menerima bantuan tersebut," jelas AKBP Sumarni, Senin.

Dia mengatakan, bantuan tunai untuk pedagang dan nelayan ini bukan berasal dari Polri, melainkan dari pemerintah.

"Yang bertujuan untuk memulihkan ekonomi para pedagang dan nelayan," ucap dia.

Bantuan diberikan kepada 19 ribu kepala keluarga yang terdiri atas pedagang dan nelayan di Kabupaten Subang.

"Sebanyak 6.000 untuk pedagang dan 13 ribu untuk nelayan," katanya.

"Bantuan tersebut bernilai Rp 600 ribu per orang yang langsung diterima penerima tanpa dipotong biaya apa pun," ucapnya.

Selain penyerahan bantuan tunai, hari ini, Polres Subang juga menggelar vaksinasi massal dengan sasaran 1.000 orang.

"Bagi penerima bantuan yang belum mendapatkan vaksin, bisa mengikuti vaksinasi juga di halaman Mapolres Subang," ucap Sumarni.

Eka (32), pedagang yang menerima bantuan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah.

"Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami para pedagang untuk tambahan modal usaha di tengah pandemi dan puasa saat ini," ucapnya.

Eka berharap, bantuan ini tak hanya diberikan sekali.

"Karena kami pedagang kecil butuh suntikan modal agar kegiatan ekonomi para pedagang kecil tetap berjalan," ungkap dia. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved