Pasar Syariah Berkembang Pesat, Asuransi Syariah Hadirkan Solusi Perlindungan dengan Puluhan Produk

Di tengah penurunan ekonomi syariah global karena pandemi, Indonesia justru meraih peringkat pertama Islamic Finance Country Index pada Global Islamic

TRIBUNJABAR.ID/PUTRI PUSPITA
(Dari kiri-kanan) Omar Sjawaldy Anwar - Presiden Direktur Prudential Syariah, M. L. Triwardhany - Presiden Direktur Prudential Indonesia, Nick Nicandrou - Chief Executive, Prudential Asia & Africa saat peluncuran Prudential Syariah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di tengah penurunan ekonomi syariah global karena pandemi, Indonesia justru meraih peringkat pertama Islamic Finance Country Index (IFCI) pada Global Islamic Finance.

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) pun meluncurkan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) sebagai asuransi jiwa pertama yang fokus melayani pasar syariah di Indonesia yang terus berkembang dengan cepat.

M.L. Triwardhany (Dhany), Presiden Direktur Prudential Indonesia, mengatakan Prudential berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi Syariah dunia.

“Entitas baru Prudential Syariah merefleksikan kuatnya komitmen dan fokus kami dalam melayani pasar syariah untuk menopang pertumbuhan dan meningkatkan  kontribusi ekonomi syariah nasional," ujar Dhany secara virtual, Kamis (7/4/2022).

Dalam asuransi syariah ini, terdapat pilihan solusi perlindungan yang komprehensif dan inklusif dengan 49 pilihan produk.

Bahkan, kata Dhany saat ini unit usaha Syariah Prudential Indonesia berhasil mempertahankan kepemimpinan di industri dengan pangsa pasar mencapai 29 persen.

Sementara itu, Omar Sjawaldy Anwar, Presiden Direktur Prudential Syariah, mengatakan, dengan mengutamakan prinsip ‘Syariah untuk Semua’, akan meningkatkan kemampuan dalam menghadirkan berbagai solusi kesehatan dan finansial yang komprehensif, terjangkau serta sesuai dengan pilihan hati masyarakat.

"Kami sangat optimistis dengan prospek industri syariah di Indonesia dan berkomitmen penuh untuk mengambil peran utama dalam mendorong perkembangan ekonomi Syariah Indonesia," ucapnya.

Untuk meningkatkan literasi asuransi dalam masyarakat, termasuk asuransi jiwa Syariah, Prudential Syariah meluncurkan Sharia Knowledge Centre (SKC).

SKC merupakan merupakan pusat edukasi digital beragam solusi keuangan syariah, serta menjadi platform diskusi dan kolaborasi untuk inovasi dan pengembangan produk dan layanan keuangan syariah, terutama asuransi jiwa syariah.

Dalam kegiatan yang sama, Riswinandi, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan, pendirian perusahaan asuransi jiwa syariah cukup penting.

Hal ini dikarenakan dapat mendorong pertumbuhan industri dan ekosistem Syariah, serta memperkuat kepercayaan masyarakat.

"Ada potensi besar untuk mempersempit kesenjangan perlindungan dan meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat Indonesia. Dimana penetrasi asuransi masih kurang dari satu persen," ujar Riswinandi.

Oleh karena itu, ia berharap perusahaan asuransi jiwa lainnya dapat segera mengikuti jejaknya sehingga industri asuransi jiwa syariah nasional dapat semakin maju.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved