Rabu, 22 April 2026

Bersihkan Ranting Pohon Jati, Petani di Sumedang Hilang Nyawa Tersengat Listrik

Suhadi meninggal dunia di lokasi tempat dia tersengat. Polisi kemudian memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/ Humas Polres Sumedang
Aparat Kepolisian bersama warga mengevakuasi jenazah Suhadi (63). Petani di Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang ini hilang nyawa lantaran tersengat listrik bertegangan tinggi, Minggu (27/3/2022) siang. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Nahas menimpan Suhadi (63). Petani di Dusun Cikadu RT01/07 Desa Cikadu, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang ini hilang nyawa lantaran tersengat listrik bertegangan tinggi, Minggu (27/3/2022) siang.

Kepala Seksi Humas Polres Sumedang, AKP Dedi Juhana mengatakan sebelum tersengat listrik, Suhadi pergi ke deretan pohon jati di pinggir jagan tidak jauh dari rumahnya.

Dia membawa sebuah parang untuk memotongi ranting-ranting pohon jati itu.

Baca juga: Ridwan Sadili Mampu Wujudkan Cita-Cita Sang Ayah Sebelum Meninggal Dunia, Untuk Jadi Sarjana Unisba

Untuk pembersihan ranting-ranting itu, Suhadi perlu memanjat.

Ranting-ranting pohon jati memang harus dipotong agar pohon itu tumbuh lurus ke atas.

Dengan dipangkas rerantingnya pula, pertumbuhan pohon jati lebih cepat.

"Dia memanjat dan mulai memotongi ranting. Dia tidak menyadari ada kabel listrik milik PLN yang kemudian dia tersengat karena berdekatan dengan kabel tersebut," kata Dedi Juhana kepada TribunJabar.id, Minggu sore melalui telepon.

Suhadi meninggal dunia di lokasi tempat dia tersengat. Polisi kemudian memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara.

"Terdapat luka bakar di jari sebelah kanan korban. Korban meninggal saat posisinya masih di atas pohon," katanya.

Baca juga: Pohon Beringin Tumbang Timpa Tiang Listrik, Ratusan Rumah di 3 Kecamatan di Majalengka Gelap Gulita

Dia mengatakan, keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Begitupun dengan hasil penyelidikan polisi, yakni kejadian ini murni musibah.

"Keluarga telah menerima dan tidak akan meminta dilakukan autopsi. Keluarga juga tidak akan menuntut pihak manapun," kata Dedi.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved