Ternyata Jepang Bikin Gua di Malangbong Garut, Warga Pernah Masuk dan Dapat Borgol Kuno
Gua ini sudah diketahui warga sejak lama. Namun pintu gua kini tertutup longsor.
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: taufik ismail
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Masyarakat Kecamatan Malangbong sudah tidak asing lagi dengan keberadaan gua yang diduga merupakan peninggalan Jepang.
Gua tersebut berada di Sungai Cianjur, Desa Sukaratu, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Menurut keterangan warga sekitar keberadaan gua tersebut sudah lama ditutup sehingga masyarakat tidak bisa masuk.
Rohman Priatna (53) warga Desa Sukaratu, mengatakan ia pernah melihat gua yang berada di Sungai Cianjur itu sudah oleh dinding beton.
"Waktu saya kecil pernah main ke sungai ini, saya pernah lihat ada pintu gua dindingnya melengkung dan sudah ditutup beton," ujarnya saat diwawancarai Tribunjabar.id, Selasa (22/3/2022) di lokasi sekitar gua.
Namun ia menyebut lokasi pintu gua tersebut saat ini sudah tertutup oleh longsoran bebatuan.
Rohman menjelaskan keberadaan gua di Sungai Cianjur itu sudah banyak diketahui oleh masyarakat sekitar.
"Saya meyakini gua ini mempunyai akses ke gua lainnya yang di Malangbong karena saya juga melihat ada pintu gua lain di sekitar sini," ucapnya.
Pintu gua yang ia maksud berlokasi di bawah bantaran rel kereta api yang berlokasi di kawasan Situ Cibuyut Malangbong.
Ia meminta pemerintah membuka misteri gua tersebut yang nantinya bisa berpotensi sebagai tempat wisata.
"Termasuk untuk pariwisata, coba pemerintah tinjau, ini sangat bagus buat pariwisata sejarah," ucap Rohman.
Apalagi menurutnya besar kemungkinan bahwa gua tersebut pernah digunakan oleh DII/TII, hal itu dikarenakan Malangbong merupakan basis dari perjuangan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo.
Pantauan Tribunjabar.id di lokasi gua, kini akses menuju gua tersebut sudah tertutup longsoran dinding sungai berupa bebatuan.
Kondisi di sekitaran gua tersebut pun sulit diakses karena dipenuhi bebatuan besar yang cukup terjal.
