Dikenal Sebagai Keluarga Harmonis, Begini Cara Nana Mirdad Ajarkan Bahagia pada Anak-Anaknya
Tidak pernah terkena isu miring, Nana Mirdad selalu membagikan hal yang positif dan selalu tampak bahagia akan kehidupan rumah tangganya.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pasangan suami istri Nana Mirdad dan Andrew White seringkali menjadi sorotan para warganet karena keharmonisan keluarganya.
Tidak pernah terkena isu miring, Nana Mirdad selalu membagikan hal yang positif dan selalu tampak bahagia akan kehidupan rumah tangganya.
Sebagai seorang ibu dua orang anak, Nana Mirdad percaya kebahagiaan orangtua akan membuat anak-anaknya pun bahagia.
Baca juga: Artis Nana Mirdad Membagikan Tip Berolahraga di Rumah di Masa Pandemi Covid-19
Dalam acara Happiness Project bersama Walls yang digelar secara virtual, Nana Mirdad mengatakan jika kebahagiaan tidak hanya soal materi saja.
Namun banyak hal yang bisa menjadi sumber kebahagiaan yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
"Bahagia itu bisa bersyukur akan hal-hal yang kecil. Dimana kita berasa, disanalah kebahagiaan berada," ujar Nana, Senin (21/3/2022).
Ia mengatakan, di dalam The Happiness Project terdapat 5 kunci kebahagiaan yang menjadi acuan untuk anak-anaknya yaitu berteman, bergerak, bersyukur, berbuat baik, dan berkreasi.
Melalui modul yang berikan ini dikatakan Nana, ia sudah menerapkan beberapa hal kepada anak-anaknya.
“Bersyukur dan berteman adalah hal-hal yang selama ini aku ajarkan dan terapkan kepada anakku," ucapnya.
Ia memberikan contoh, melalui momen berbagi ini akan melatih sang anak untuk selalu bersyukur dan mengekspresikan kepedulian mereka terhadap orang lain maupun lingkungan.
"Aku juga mencoba #SemuaJadiHappy Challenge lewat kartu-kartu tantangan kepada anak kedua, Sarah. Aktivitas ini sekaligus jadi momen bonding buat kami karena dilakukan bersama- sama," ucapnya.
Baca juga: Mantan Pemain Persib Ini Pahami Kekecewaan Suporter Persija, Ingin The Jakmania Bahagia
Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Personal Growth ditemukan bahwa, aspek-aspek yang berkontribusi terhadap kebahagiaan seseorang meliputi; 90,4 persen memiliki rumah bagus, 83 persen kekayaan finansial, dan 66,2 persen prestasi akademik maupun profesional.
Sementara itu, Bernardus Rendita Kusumo, Senior Brand Manager Wall’s mengatakan 80 persen masyarakat Indonesia masih memandang kebahagiaan sebagai sesuatu yang sifatnya materialistis.
Padahal kebahagiaan itu dapat hadir dalam kehidupan kita dengan cara yang begitu sederhana.
“Melalui The Happiness Project, Wall’s ingin mendefinisikan ulang pemahaman akan arti kebahagiaan yang memiliki manfaat positif jika diterapkan dan dibangun sejak dini. Oleh karena itu, peran orang tua dan guru menjadi sangat krusial sebagai pendidik dalam proses pembelajaran dan tumbuh kembang anak,” kata Rendi.
Menanggapi survei tersebut Ratih Ibrahim, M.M, Psikolog Klinis & CEO Personal Growth mengatakan, pemaknaan dan nilai-nilai mengenai kebahagiaan ini penting dibangun sejak masa anak-anak.
“Semakin dini usia anak, semakin baik. Orangtua dan guru memiliki peran yang begitu penting dalam proses membangun pondasi kebahagiaan ini," ujar Ratih.
Oleh karena itu, seluruh aspek perkembangan anak mulai dari kognitif, fisik, sosial dan emosional akan berkembang secara optimal.
Sehingga anak lebih resilien, dan bahagia hingga masa dewasanya nanti.
Baca juga: Presiden Volodymyr Zelensky: Tentara Ukraina yang Tewas 1.300, Rusia 12.000, tapi Saya Tidak Bahagia