Satu Moge yang Tabrak Bocah Kembar di Pangandaran Ternyata Bodong

Satu di antara dua moge yang tabrak bocah kembar di Pangandaran diduga bermasalah. Seperti diketahui, kecelakaan maut itu terjadi pada Sabtu (12/3/202

Penulis: Andri M Dani | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Andri M Dani
Dua moge maut yang menewaskan 2 bocah kembar di jalan raya Banjarsari-Pangandaran di Blok Kedungpalumpung Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Pangandaran Sabtu (12/3) pukul 13.15 lalu kini sudah diamankan di Polres Ciamis (foto/tribunjabar/andri m dani) 

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Satu di antara dua moge yang tabrak bocah kembar di Pangandaran diduga bermasalah. Seperti diketahui, kecelakaan maut itu terjadi pada Sabtu (12/3/2022).

Dari dua moge yang digunakan pelaku tabrakan bocah kembar itu, moge merah yang sempat menggunakan pelat nomor D 1993 NA ternyata tidak terdaftar di kepolisian alias bodong.

Sedang moge silver dengan pelat nomor B 6227 HOG diduga menunggak pajak.

“Moge yang merah memang tidak terdaftar pada kepolisian. Sedangkan yang satu lagi (silver) terdaftar di kepolisian,” ujar Kasat Lantas Polres Ciamis AKP Zanuar Cahyo Wibowo S.IK kepada Tribun Selasa (15/3).

Moge merah yang sempat memakai nomor pelat D 1993 NA yang tidak terdaftar di kepolisian tersebut, dari pantauan Tribun  Selasa (15/3) siang sudah tidak ada lagi pelat nomornya.

“Tapi kan ada nomor mesinnya. Moge merah tersebut memang tidak terdaftar di kepolisian” katanya.

Sementara moge silver dengan nomor pelat B 6227 HOG yang terdaftar di kepolisian tersebut menurut Kasat Lantas Polres Ciamis AKP Zanuar Cahyo Wibowo pihaknya belum memastikan apakah moge tersebut “nunggak” pajak atau tidak.

“Moge yang terdaftar di kepolisian dengan nomor pelat B tersebut untuk penelusuran kepastian menunggak pajak atau tidaknya seharusnya ke Bapenda Jakarta. Yang pasti moge yang ini (silver) terdaftar di kepolisian,” ujar AKP Zanuar Cahyo Wibowo S.IK.

Hingga saat ini, kedua moge itu disita polisi dan berada di Mapolres Ciamis. Pemiliknya, Angga Permana Putra warga Cimahi dan Agus Wardi, asal Bandung Barat sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kedua tersangka diancam ketentuan pasal 310 UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 12 juta.

Meski kedua pengendara sudah melakukan islah, damai dengan pihak keluarga korban sebagai bentuk empati dan kemanusiaan, namun pihak Polres Ciamis tetap memproses kasus kecelakaan yang telah menewaskan dua bocah kembar tersebut secara hukum  sampai selesai. 
 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved