Go Public, GoTo Umumkan Penawaran Umum Perdana Saham di Bursa Efek Indonesia, Ini Catatan Kinerjanya
GoTo melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total potensi pasar di Indonesia yang tersedia[5] (total addressable market/TAM) untuk Grup GoTo memiliki prospek pertumbuhan yang sangat signifikan di Indonesia memiliki prospek pertumbuhan yang sangat signifikan.
Sebagai pemimpin pasar di setiap lini bisnisnya dan didukung keunggulan sinergi dan efek jaringan dalam ekosistem besar yang terintegrasi, Grup GoTo memiliki posisi yang kuat untuk memanfaatkan pertumbuhan pasar ini.
● Pasar on-demand services diperkirakan akan tumbuh dari sekitar Rp77,8 triliun (USD5,4 miliar) pada tahun 2020 menjadi sekitar Rp259,2 triliun (USD18 miliar) pada 2025;
● Pasar e-commerce untuk barang fisik diperkirakan akan tumbuh dari sekitar Rp642,2 triliun (USD44,6 miliar) pada tahun 2020 menjadi sekitar Rp1.980,0 triliun (USD137,5 miliar) pada 2025;
● Pasar financial technology services diperkirakan akan tumbuh dari sekitar Rp256,3 triliun (USD17,8 miliar) pada tahun 2020 menjadi sekitar Rp1.009,0 triliun (USD70,1 miliar) pada 2025.
Kinerja bisnis GoTo sebagai berikut:
● Nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) secara proforma[6] sebesar Rp414,2
triliun (USD28,8 miliar) dalam dua belas bulan terakhir[7]
● Nilai pendapatan bruto secara proforma sebesar Rp15,1 triliun (USD1 miliar) dalam dua belas bulan terakhir13
● Nilai pesanan 2 miliar secara proforma dalam dua belas bulan terakhir13
● Lebih dari 55 juta pengguna bertransaksi secara tahunan (annual transacting user/ATU) secara proforma dalam dua belas bulan terakhir13
● Lebih dari 2,5 juta mitra pengemudi terdaftar, per 30 September 2021
● Lebih dari 14 juta pedagang terdaftar, per 30 September 2021
Masih mengacu data RedSeer, pasar dalam negeri Grup GoTo di Indonesia berada di jantung Asia Tenggara, salah satu kawasan ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, dengan perkiraan laju pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth rate/CAGR) PDB sebesar 9,3% dari tahun 2020 hingga 2025. Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbesar di kawasan ini, dengan kontribusi PDB lebih dari USD1 triliun dan merupakan salah satu negara dengan prospek pertumbuhan tertinggi di kawasan ini.
Populasi 274 juta jiwa menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dan terbesar keempat di dunia. Indonesia dan Asia Tenggara memiliki populasi muda dan sangat melek teknologi, dengan daya beli yang terus meningkat yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di negara ini.