Persib Bandung

Bobotoh Geulis Ini Sempat Berprasangka Buruk Saat Saksikan Laga Persib Bandung Kontra Arema FC

Kemenangan Persib Bandung atas Arema FC dengan skor akhir 2-1 di Stadion Gelora Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (9/3/2022) malam, menjelaskan dua hal

Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Bobotoh Geulis asal Kiaracondong, Lisnawati. (Dok. Pribadi) 

Lisna menuturkan, dia sempat berprasangka buruk terhadap hasil pertandingan setelah melihat para pemain Persib Bandung mendapatkan sejumlah kartu kuning dari wasit, serta cederanya David da Silva di pengujung babak pertama. 

"Sejak pertengahan dan mau beres babak pertama, saya sempat suuzon sama melihat kepemimpinan wasit yang kok kayaknya berat sebelah. Soalnya kalau pemain lawan jatuh pasti dianggap pelanggaran dan wasit kasih kita kartu kuning. Tapi kalau pemain kita (Persib) sampai ditekel dua pemain lawan, wasit diam saja enggak kasih pelanggaran, apalagi kartu. Belum lagi pas David da Silva cedera, ah pikiran jelek tuh dah ke mana-mana,"  ucapnya.

Selebrasi Bruni Cantanhede setelah mencetak gol kedua ke gawang Arema FC. Di laga ini Persib menang 2-1 dan Bruno mencetak dua gol.
Selebrasi Bruni Cantanhede setelah mencetak gol kedua ke gawang Arema FC. Di laga ini Persib menang 2-1 dan Bruno mencetak dua gol. (Kompas.com/Suci Rahayu)

Namun, pikiran dan prasangka buruk itu pun seketika berganti optimisme setelah Bruno Cantanhede bisa cetak gol penyama kedudukan.

Bruno akhirnya memastikan kemenangan melalui gol di menit 83.

Selain Bruno, Lisnawati juga menganggap Teja Paku Alam sebagai pahlawan kemenangan. Teja --seperti laga-laga sebelumnya-- menunjukkan kelas dengan berbagai penyelamatan. Termasuk tepisan krusial di pengujung laga.

Lisnawati pun tidak kuasa membendung haru saat wasit Musthofa Umarella meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, dan melihat para pemain dan pelatih Persib Bandung merayakan kemenangannya.

"Pas pertandingan dipastikan selesai, saya sama temen yang lagi nobar, langsung berdiri, teriak-teriak sambil nangis bareng-bareng, karena Persib bisa menang," ujarnya

Apalagi sebelum pertandingan berhenti, lanjutnya, Persib dalam kondisi yang terus di tekan lawan.

"Maka pas beres, itu rasanya lega, puas banget kayak dikasih hadiah apa gitu. Pokoknya seneng banget," katanya. 

"Kita lihat juga kan gimana ekspresi euforia dari tim Persib pas wasit tiup peluit terakhir. Seneng banget meski kita cuma bisa lihat pertandingan di TV tapi perasaan itu nyampe ke kita. Enggak kebayang kalau situasinya kita bisa ada di stadion dan lihat langsung, kayaknya bakal langsung turun ke lapangan. Makanya jadi pengin cepet-cepet bisa nyetadion lagi, biar atmosfernya, geregetnya, lebih kerasa," katanya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved