Persib Bandung
Bobotoh Geulis Ini Sempat Berprasangka Buruk Saat Saksikan Laga Persib Bandung Kontra Arema FC
Kemenangan Persib Bandung atas Arema FC dengan skor akhir 2-1 di Stadion Gelora Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (9/3/2022) malam, menjelaskan dua hal
Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Laporan wartawan TribunJabar. Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kemenangan Persib Bandung atas Arema FC dengan skor akhir 2-1 di Stadion Gelora Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (9/3/2022) malam, menjelaskan dua hal.
Bukan hanya membuktikan bahwa Maung Bandung mampu menjaga konsistensi tren kemenangan, tapi juga tetap menempatkan tim di jalur perburuan gelar musim ini.
Persib sudah menjalani delapan laag beruntun tanpa kekalahan.
Delapan laga itu dilalui dengan enam kemenangan dan dua kali imbang.
Persib terakhir kalah saat berhadapan dengan Bhayangkara FC pada 6 Februari 2022.
Persib juga memantapkan predikat sebagai satu-satunya tim yang paling sedikit kebobolan.
Gawang Maung Bandung hanya kemasukan 18 kali dari 30 pertandingannya musim ini.
Menilik skor akhir dari hasil duel biru timur kontra biru barat itu, seolah menjadi de javu pada situasi yang pernah terjadi dua tahun lalu.
Kemenangan Persib dengan skor identik atas Arema FC terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, di tanggal yang nyaris sama, yaitu 8 Maret 2020.

Kala itu merupakan pertandingan pekan kedua Liga 1 2020. Namun Liga 1 2020 hanya berlangsung tiga pekan karena pandemi Covid-19.
Kemenangan atas Arema FC membuat bobotoh Persib Bandung mengaku puas. Satu di antaranya disampaikan bobotoh geulis asal Kiaracondong, Bandung, Lisnawati.
Menurutnya, duel antara Persib Bandung menghadapi Arema FC semalam membuat dirinya tidak bisa tenang.
Terlebih, Persib Bandung harus tertinggal lebih dulu dari Arema FC melalui gol yang dicetak Jayus Hariono di sepuluh menit babak kedua dimulai.
"Jujur tadi malam tegang banget. Saya enggak bisa tenang sepanjang pertandingan. Malahan saya enggak ambil makan dan minum sebelum Bruno Cantanhede bisa cetak gol (penyeimbang)," ujar Lisnawati saat dihubungi melalui telepon, Kamis (10/3/2022).
Lisna menuturkan, dia sempat berprasangka buruk terhadap hasil pertandingan setelah melihat para pemain Persib Bandung mendapatkan sejumlah kartu kuning dari wasit, serta cederanya David da Silva di pengujung babak pertama.
"Sejak pertengahan dan mau beres babak pertama, saya sempat suuzon sama melihat kepemimpinan wasit yang kok kayaknya berat sebelah. Soalnya kalau pemain lawan jatuh pasti dianggap pelanggaran dan wasit kasih kita kartu kuning. Tapi kalau pemain kita (Persib) sampai ditekel dua pemain lawan, wasit diam saja enggak kasih pelanggaran, apalagi kartu. Belum lagi pas David da Silva cedera, ah pikiran jelek tuh dah ke mana-mana," ucapnya.

Namun, pikiran dan prasangka buruk itu pun seketika berganti optimisme setelah Bruno Cantanhede bisa cetak gol penyama kedudukan.
Bruno akhirnya memastikan kemenangan melalui gol di menit 83.
Selain Bruno, Lisnawati juga menganggap Teja Paku Alam sebagai pahlawan kemenangan. Teja --seperti laga-laga sebelumnya-- menunjukkan kelas dengan berbagai penyelamatan. Termasuk tepisan krusial di pengujung laga.
Lisnawati pun tidak kuasa membendung haru saat wasit Musthofa Umarella meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, dan melihat para pemain dan pelatih Persib Bandung merayakan kemenangannya.
"Pas pertandingan dipastikan selesai, saya sama temen yang lagi nobar, langsung berdiri, teriak-teriak sambil nangis bareng-bareng, karena Persib bisa menang," ujarnya
Apalagi sebelum pertandingan berhenti, lanjutnya, Persib dalam kondisi yang terus di tekan lawan.
"Maka pas beres, itu rasanya lega, puas banget kayak dikasih hadiah apa gitu. Pokoknya seneng banget," katanya.
"Kita lihat juga kan gimana ekspresi euforia dari tim Persib pas wasit tiup peluit terakhir. Seneng banget meski kita cuma bisa lihat pertandingan di TV tapi perasaan itu nyampe ke kita. Enggak kebayang kalau situasinya kita bisa ada di stadion dan lihat langsung, kayaknya bakal langsung turun ke lapangan. Makanya jadi pengin cepet-cepet bisa nyetadion lagi, biar atmosfernya, geregetnya, lebih kerasa," katanya. (*)