Sekda Pemprov Jabar Ingatkan Disdukcapil se-Jabar Untuk Bersiap Hadapi Pemilu 2024

Sekda Pemprov Jabar Setiawan Wangsaatmaja ingatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) se-Jabar untuk bersiap menghadapi Pemilu 2024

Istimewa/ Biro Adpim Jabar
Sekda Provinsi Jawa Barat sekaligus CdM Kontingen PON Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja saat mengunjungi Pusat Pemulihan atlet dan ofisial di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Senin (18/10/2021) 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekda Pemprov Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengingatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) se-Jabar untuk bersiap menghadapi Pemilu 2024

Langkah yang harus dicermati di antaranya terkait rencana penerapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) terpusat dan layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) Digital Dalam Genggaman, yang rencananya dicanangkan pada 17 Maret 2022.

Sekda Jabar menekankan pentingnya komitmen dan penyamaan persepsi diantara jajaran disdukcapil di tingkat provinsi dan kabupaten/ kota guna mendukung pelaksanaan Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2024.

"Siap-siap Pemilu 2024 bersamaan (pilkada serentak) di bulan November. Pilpres 2024 digelar sekitar Februari, lalu pilkada. Data-data dari Dukcapil pasti akan diandalkan," kata Setiawan Wangsaatmaja di Bandung, Rabu (2/3/2022).

Ia mengatakan disdukcapil memerlukan terobosan untuk menyambut Pemilu 2024 karena mau tidak mau disdukcapil menjadi sektor yang diandalkan dalam hal pendataan warga.

Setiawan juga mendorong persiapan-persiapan yang harus dilakukan oleh kabupaten/ kota di Jabar terkait rencana penerapan SIAK terpusat dan Adminduk Digital Dalam Genggaman, yang rencananya dicanangkan pada 17 Maret 2022.

"Ini sangat baik sekali penerapan SIAK, kalau kita mengurus apa, kita akan mendapatkan apa," ujarnya.

Dengan demikian akan hadir pelayanan publik yang terintegerasi, dan tentu akan berdampak baik bagi masyarakat. Misalnya, jika warga mengurus akta perkawinan, maka akan mendapatkan akta kawin bagi nonmuslim, Kartu Keluarga (KK), dan KTP.

Kemudian kalau warga mengurus akta kelahiran, maka akan mendapatkan akta lahir, KK, dan Kartu Identitas Anak (KIA). Contoh lainnya, jika warga mengurus akta kematian, maka akan mendapatkan akta kematian dan KK.

Selain itu, jika warga mengurus pindah datang, maka akan mendapatkan KTP dan KK. Jika berubah pekerjaan, maka akan mendapatkan KTP dan KK.

"Sehingga mengurus satu dokumen mendapatkan banyak dokumen," ungkapnya.

Hal yang lain, Sekda Jabar mendorong pula peningkatan pelayanan kepada masyarakat oleh disdukcapil kabupaten/ kota. Salah satunya dengan memiliki Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

"Menurut hemat saya ini sangat baik, semua bisa dikerjakan oleh masyarakat seperti dengan layanan lewat ATM (Anjungan Tunai Mandiri)," ucap Setiawan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved