5 Cara Bisnis Properti Modal Kecil Menguntungkan
Banyak orang mengetahui dan paham, bahwa Bisnis Properti adalah bisnis yg menguntungkan, bahkan hanya mengandalkan modal yang relatif kecil
TRIBUNJABAR.ID - Banyak orang mengetahui dan paham, bahwa Bisnis Properti adalah bisnis yg menguntungkan. Bahkan ada istilah, di dunia ada 2 tipe orang kaya, tipe pertama adalah orang yang menjadi kaya karena berbisnis properti. Tipe kedua adalah orang yg setelah kaya, kemudian berbisnis properti juga supaya tambah kaya.
Karena itu, bisnis properti dikenal sebagai bisnis yang menguntungkan. Tapi banyak orang takut untuk masuk ke bisnis properti, dan biasanya penyebab ketakutan itu adalah anggapan bahwa bisnis properti adalah bisnis yang memerlukan modal besar, dan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki modal besar.
Padahal, banyak cara bisnis properti dengan modal kecil, dan tetap menguntungkan:
1. Makelar Tanah / Agen Properti
Membantu menjualkan properti, berarti kita telah masuk ke bisnis properti. Cara ini memerlukan modal sangat kecil, bahkan nol, tapi bisa menghasilkan pendapatan yang sangat besar. Kuncinya adalah rajin mengumpulkan data properti yang dijual, dan fokus. Baik fokus ke daerah tertentu, ke segmen tertentu, ataupun ke tipe properti tertentu.
Dengan fokus, misal kita fokus ke area tertentu, maka kita memiliki beberapa (banyak) pilihan properti yang dijual untuk ditawarkan ke pembeli. Pembeli properti biasanya melihat beberapa properti yang masuk ke kriterianya, sebelum memutuskan untuk membeli.
Salah satu kriteria tersebut adalah area tertentu, misal dekat kantor tempat bekerja, atau dekat dengan keluarga besarnya. Dengan fokus ke daerah tertentu, maka agen properti bisa menawarkan pilihan properti di daerah tertentu itu, dan semakin banyak pilihan yang ditawarkan, kemungkinan deal dan mendapat komisi pasti lebih besar.
Biasanya komisi yang wajar adalah 3% dari harga properti terjual, atau 5% dari harga properti tersewa. Bila properti terjual harganya 1Milyar, maka agen properti bisa mendapat 3% dari 1 Milyar, atau 30 juta. Belum lagi komisi dari bank, bila penjualan tersebut dengan KPR. Sebagian besar pembelian properti, adalah melalui kredit karena nilainya yang besar.
2. Flipper Properti
Flipper properti adalah membeli properti, dan menjual properti dengan cepat, sebelum lunas. Misal membeli properti seharga 1 Milyar, yang sedang dijual murah oleh penjual dengan harga 700 juta. Kemudian Flipper memberikan tanda jadi, misal 20 juta, dan meminta waktu 3 bulan untuk melunasi pembelian. Nah selama 3 bulan tersebut, Flipper berusaha menjual properti tersebut dengan harga di atas 700 juta, misal laku 750 juta. Maka Flipper mendapat keuntungan 50 juta dalam 3 bulan, dengan modal 20 juta.
Bahkan kadang Flipper bisa mengambil keuntungan lebih dengan cara sedikit merenovasi dan merapikan properti tersebut, supaya tampak segar, baru, dan mudah terjual. Tidak selamanya Flipper hanya melakukan transaksi 1 properti dalam 3 bulan. Ada juga yang melakukan puluhan transaksi dalam 1 bulan, karena Flipper sudah bukan menjadi pekerjaan sampingan, tapi menjadi pekerjaan utama.
Praktek Flipper di properti ini adalah hal yang wajar dan banyak terjadi. Penyebab Flipper bisa menaikkan harga dengan mudah adalah karena penjual butuh uang tanda jadi (yang nilainya tidak sebesar harga properti), properti yang dijual berbentuk jelek tidak menarik pembeli, penjual tidak memiliki jaringan dan kemampuan menjual sebaik flipper, dan penyebab-penyebab lain.
3. Saham perusahaan properti
Banyak perusahaan bisnis properti yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dan mudah untuk dibeli dengan harga murah, bahkan ada yg harganya kurang dari Rp. 100,- / lembar. Secara umum saham perusahaan yang berbisnis properti sedang tertekan saat ini, karena kondisi ekonomi yang lesu, tidak menguntungkan untuk perusahaan properti.
Tapi ini justru menawarkan kesempatan bagi kita para investor, untuk membeli saham perusahaan properti, dan mendapat diskon besar. Tentu kita tidak bisa sembarangan membeli saham perusahaan properti, kita harus memilih mana yang fundamentalnya bagus, mana yang mempunyai cadangan tanah (land-bank) besar dan strategis, dan mana yang mempunyai management yang berintegritas, profesional, dan bagus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bisnis-properti-modal.jpg)