Minyak Goreng Langka, Warga Kampung Adat di Sukabumi Ini Manfaatkan Kelapa
Tak hanya dirasakan di ibu kota Kabupaten Sukabumi, kelangkaan minyak goreng ini juga dirasakan oleh warga kampung adat.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Kelangkaan minyak goreng juga dirasakan warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Stok minyak goreng di Pasar Palabuhanratu langka sudah sekitar dua minggu.
Kelangkaan minyak goreng di pasar ibu kota Kabupaten Sukabumi itu disampaikan oleh Ketua Persatuan Warga Pasar (Perwapas) Maidin dan Kepala UPTD Pasar Palabuhanratu, Uus Heryanto.
Tak hanya dirasakan di ibu kota Kabupaten Sukabumi, kelangkaan minyak goreng ini juga dirasakan oleh warga kampung adat.
Salah satunya di Kasepuhan Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok.
Salah seorang warga, Emul (23), mengatakan, kelangkaan minyak goreng dirasakan sudah sekitar satu minggu.
Emul, yang juga pedagang alias pemilik warung di Kasepuhan Ciptagelar, mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng.
"Sudah seminggu, satu toko paling dapet 2 liter," ujarnya, Jumat (18/2/2022).
Emul mengatakan, ia telah memesan kepada sales beberapa hari yang lalu.
Namun hingga kini minyak goreng belum datang-datang dari sales.
"Kemarin pesen ke sales tapi belum ada," katanya.
Untuk mengantisipasi, Emul mengatakan, ia memanfaatkan buah kelapa untuk diolah menjadi minyak goreng.
Namun, saat ini buah kepala di Kasepuhan sedang jarang berbuah.
"Ya, paling kita kalau ada kelapa dibuat dari kelapa untuk kebutuhan masak," ucapnya. (*)