Dinkes Sumedang Kirim 25 Sampel Probable Omicron, Hasilnya Belum Juga Keluar
Sebanyak 25 orang warga Kabupaten Sumedang telah diambil sampel untuk diteliti di labolatorium untuk memastikan terpapar Omicron atau tidak.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sebanyak 25 orang warga Kabupaten Sumedang telah diambil sampel untuk diteliti di labolatorium. Hal itu untuk memastikan apakah gejala sakit yang mereka derita adalah Covid-19 varian Omicron atau bukan.
Namun, hasil penelitian atas 25 sampel itu belum jua diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang.
Kepala Dinkes Sumedang, Dadang Sulaeman, mengatakan warga tidak perlu fokus kepada hasil penelitian sampel itu.
Sebabnya, Covid-19 varian Omicron adalah wabah yang mendunia dan sudah ada di Indonesia.
Dengan begitu, yang perlu mendapatkan fokus sesungguhnya adalah bagaimana menghindari virus tersebut.
"Apakah (yang sedang diteliti) Omicron atau bukan, yang jelas gejalanya sudah ada dan kita perlu waspada penyebarannya. Kita waspadai juga probable Omicron," kata Dadang saat diwawancarai TribunJabar.id melalui sambungan telepon.
Probable Omicron atau mungkin Omicron adalah gejala-gejala sakit yang diindikasikan sama dengan gejala pada orang terpapar Covid-19 Omicron.
Gejala yang dirasakan pasien Omicron adalah sakit kepala dan nyeri tubuh.
Ditambah juga bagi orang yang sudah divaksin secara umum, gejala seperti sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri sendi hingga diare.
Infeksi Covid-19 varian Omicron seperti gejala flu pada umumnya.
"Nah kita fokus ke situ. Itu pula sebabnya Kabupaten Sumedang seluruhnya menetapkan PPKM level 3. Ini bagian dari antisipasi gelombang ketiga Covid-19," ujarnya.
Dadang mengatakan, Omicron bisa dikendalikan jika masyarakat turut patuh kepada aturan yang sudah ditetapkan.
Yakni, menjaga protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjauhi kerumunan.
"Bedanya Omicron dengan probable Omicron adalah, jika Omicron harus betul-betul ditetapkan melalui uji klinis, probable Omicron hanya dilihat dari gejala,"
"Kalau orang kena gejala probable Omicron, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan," katanya. (*)