Derita Perajin Tahu Sumedang di Awal 2022: Hargai Kedelai dan Minyak Goreng Mahal dan Langka

Harga kedelai dan minyak goreng yang mahal dan langka jadi penderitaan perajin Tahu Sumedang di awal 2022. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Kiki Andriana
Karyawan sebuah pabrik tahu khas Sumedang di Desa Gudang Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat tengah menggoreng tahu, Kamis (17/2/2022). Mahalnya harga bahan baku kedelai dan harga minyak goreng membuat pabrik tahu megap-megap. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Harga kedelai dan minyak goreng yang mahal dan langka jadi penderitaan perajin Tahu Sumedang di awal 2022. 

Dua kondisi itu membuat para perajin tahu Sumedang harus rela mengambil laba sedikit. 

Sebuah pabrik tahu Sumedang di Desa Gudang Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jabar  tampak masih beroperasi, Kamis (17/2/2022).

Para pekerja terlihat masih mengukus adonan tahu dan sebagian pekerja lainnya menggoreng. 

Entis Sutisna (50), pemilik pabrik tahu Eco di Jalan Raya Sumedang-Bandung itu mengatakan hanya bisa pasrah terhadap konidisi bahan baku tahu kini. 

"Produksi tetap jalan meski kami tidak punya siasat lain agar tetap berjalan kecuali mengurangi laba," kata Entis kepada TribunJabar.id di pabriknya. 

Baca juga: Nikmati Kopi dan Tahu Sumedang di Thamrin 10 Jakarta

Pabrik dengan 30 orang pekerja itu dalam sehari bisa menghabiskan 7 kuintal kedelai dan 3 kuintal minyak goreng curah. 

"Kedelai ada tapi dibatasi, minyak yang sangat susah didapat itu," ucapnya.

Kini, harga satu kilogram kedelai Rp11.400, sebelumnya Rp10.500. Harga minyak goreng curah per kilogram Rp11.000, kini harganya menjulan menjadi Rp19.000.

Dia sangat berharap Pemkab Sumedang memberikan perhatian dan solusi untuk para perajin tahu, di mana kudapan tahu sudah menjadi ikon Kabupaten ini. 

"Apalah solusinya, apakah dengan membuat ini (kedelai dan minyak goreng) stabil, atau dengan memberikan subsidi," kata Entis. 

Jika tak ada solusi, Entis dan perajin tahu Sumedang lainnya akan mogok produksi. Mogok produksi tentu akan berpengaruh setidaknya kepada hajat hidup para karyawan yang bekerja di pabrik-pabrik tahu. 

"Ini karena kesepakatan bersama, tanggal 21, 22, dan 23 Februari akan mogok produksi," katanya.

Jika sampai hari akhir pemogokan produksi tak ada respon apa-apa dari pemerintah, para perajin akan menaikkan harga jual tahu siap santap itu. 

"Tanggal 24 kami akan naikkan harga," tuturnya. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved