Atap Shelter PKL Alun-alun Sangkala Buana Ambruk, Warga Khawatir Ada yang Ambruk Lagi

Yadi (64), pedagang kaki lima di Alun-Alun Sangkala Buana, mengatakan, saat kejadian terdengar dentuman yang cukup keras.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ravianto
ahmad imam baehaqi/tribunjabar
Kondisi atap bagian belakang yang ambruk di shelter PKL Alun-Alun Sangkala Buana, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Minggu (13/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Atap shelter PKL Alun-Alun Sangkala Buana ambruk pada Minggu (13/2/2022) siang kira-kira pukul 12.15 WIB.

Beruntung tidak ada korban saat ambruknya atap bagian belakang shelter PKL alun-alun yang baru diresmikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, pada Jumat (4/2/2022) tersebut.

Yadi (64), pedagang kaki lima di Alun-Alun Sangkala Buana, mengatakan, saat kejadian terdengar dentuman yang cukup keras.

Ia yang berjualan kira-kira 15 meter dari shelter yang belum digunakan itu pun mengaku sempat terkejut saat mendengar suara itu.

"Kaget dan sempat panik juga, karena dikira ada kejadian apa, ternyata atap ambruk," ujar Yadi saat ditemui di Alun-Alun Sangkala Buana, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Minggu (14/2/2022).

Pihaknya bersyukur tidak menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Padahal, jarak lapak dagangannya dengan shelter itu tergolong dekat.

Namun, ia mengakui pada Minggu pagi sebelum kejadian terdapat odong-odong yang mangkal persis di belakang shelter PKL Alun-Alun Sangkala Buana.

"Odong-odong pergi kira-kira pukul 11.00 WIB, karena memang keliling juga. Jadi, mangkal beberapa jam kemudian keliling lagi ke tempat lain," kata Yadi.

Sementara warga setempat, Adnan Yahya (52), mengatakan, sempat mendengar suara cukup keras saat atap bagian belakang shelter PKL itu ambruk.

Padahal, ia berada di rumahnya yang berjarak lebih dari 50 meter dari alun-alun yang berada persis di depan Keraton Kasepuhan tersebut.

"Saya terkejut mendengar suara yang cukup keras, sehingga langsung datang ke alun-alun ini karena penasaran ingin tahu ada apa," ujar Adnan Yahya.

Adnan juga menyayangkan alun-alun yang baru diresmikan belum genap dua pekan lalu itu telah mengalami kerusakan meski hanya bagian atap shelter PKL.

Ia pun mengaku khawatir bagian lainnya di shelter tersebut ambruk.

Sebab, hampir setiap hari Alun-Alun Sangkala Buana ramai dipadati pengunjung.

"Ini jelas membahayakan pengunjung dan warga sekitar alun-alun, karena biasanya di shelter juga ramai, tapi kebetulan saja saat ambruk enggak ada orang," kata Adnan Yahya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved