Pemda Provinsi Jabar Luncurkan Enam Command Center Baru
Pemda Provinsi Jawa Barat meluncurkan 6 Command Center baru diantaranya di Sukabumi, Cimahi, dan Tasikmalaya
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Siti Fatimah
Melalui Command Center, pengendalian operasional dilakukan melalui sarana prasarana Teknologi Informasi untuk mengelola tindakan- tindakan yang berkaitan dengan krisis/ kedaruratan yang meliputi masalah-masalah keamanan, kesehatan, kebencanaan, pelayanan utilitas publik, penanganan pelaporan dalam hal layanan publik, serta kehumasan.
Komitmen Menjadi Provinsi Digital Terdepan di Indonesia
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat awalnya meresmikan pusat komando baru yang berlokasi di Gedung B atau sebelah Gedung Sate Bandung, pada 10 Maret 2020.
Pusat komando yang diberi nama Jabar Command Center (JCC) ini merupakan bagian dari upaya Pemda Provinsi Jawa Barat merespons dengan cepat fenomena dan isu yang berkembang di masyarakat.
Menurut Kang Emil, JCC memiliki dua fungsi utama yakni pusat informasi bagi kebutuhan pimpinan dan pembentukan standar operasional prosedur (SOP) dalam merespons sesuatu.
“Command center ini fungsinya dua, bisa pada saat kepala daerah membutuhkan data datang ke sini (command center) atau ada SOP – bentuknya harian, mingguan – di mana data-data yang dianggap penting, perlu diketahui oleh kepala daerah itu akan direkap lalu disampaikan,” jelasnya.
JCC memiliki fungsi utama sebagai pengolah dan penyaji data-data kebencanaan secara digital yang bersumber dari kabupaten/kota. Seperti diketahui, Jabar merupakan provinsi dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.
Selain data kebencanaan, JCC memiliki video analitik dari kamera pengawas (CCTV) yang sudah dilengkapi sistem penghitungan jumlah sebuah obyek. Sehingga petugas JDS bisa mengetahui titik-titik mana saja yang sedang saat ini sedang padat atau ada kerumunan massa.
JCC juga memantau pergerakan isu terkini di media sosial hingga ke tingkat kabupaten/kota sehingga masyarakat pun dapat memantaunya sendiri.
Selain pusat komando, JCC juga dilengkapi pusat layanan, ruang rapat, dan wahana publik yang dipakai Jabar Digital Service (JDS) atau Pusat Layanan Digital, Data dan Informasi Geospasial. Wahana publik dilengkapi fasilitas studio yang akan memberikan informasi tentang potensi dan program-program digital di Jabar.
Selain sebagai pusat komando, Jabar Command Center (JCC) juga berfungsi sebagai Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar).
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian pun menyampaikan apresiasi terhadap langkah antisipasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menangani pandemi COVID-19 melalui Jabar Command Center (JCC).
Menurut Tito, command center dengan fasilitas lengkap akan mampu menyosialisasikan COVID-19, social distancing, hingga tata cara memelihara kesehatan tubuh kepada masyarakat luas secara efektif dan optimal.
“Dari paparan command center yang ada, saya terus terang kasih apresiasi tinggi. Saya lihat command center sudah terbentuk. Saya berharap kepala daerah lain bisa bikin command center sendiri. Bisa meniru Jabar, (command center) ini sudah bagus,” ucap Tito dalam konferensi pers penanganan COVID-19 di Gedung Sate, Kota Bandung, 18 Maret 2020 lalu.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi Sumedang Command Center dan menyebutnya sebagai salah satu wajah terbaik Digital West Java yang dicanangkan Pemda Provinsi Jawa Barat.
Command Center ini diresmikan pada Februari 2021 dan memiliki banyak fitur. Selain kamera pengawas lalu lintas dan keamanan kota (CCTV), berbagai sistem informasi juga terintegrasi seperti aplikasi e-office, penilaian pegawai, sistem penanggulangan stunting, perizinan, sampai pariwisata.