Kebijakan WFH Terbukti Menurunkan Angka Kecelakaan Kerja di Jawa Barat

Kebijakan WFH di Jabar bisa menurunkan angka kecelakaan kerja tahun 2021.

Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Pemeriksaan dan pengujian objek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kantor di PT PLN (Persero) UP3 Bandung, Kamis (27/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Angka kecelakaan kerja di Jabar mengalami penurun selama pandemi Covid-19.

Pada 2021, angka kecelakaan kerja menurun menjadi 21.176 kasus.

Sedangkan pada 2020 terjadi sebanyak 35.291 kasus kecelakaan kerja dan pada 2019 tercatat ada 36.709 kasus kecelakaan kerja di Jawa Barat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat (Disnakertrans Jabar) Rahmat Taufik Garsadi mengatakan hal ini disebabkan selama pandemi, terutama saat puncak gelombang penyebaran Covid-19, sebagian besar pekerja bekerja di rumah atau WFH.

"Kebijakan WFH atau bekerja dari rumah itu berpengaruh juga. Perusahaan-perusahaan besar seperti garmen banyak yang memperhentikan jam operasionalnya saat itu," ujar Rahmat Taufik Garsadi, di sela acara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kantor di PT PLN (Persero) UP3 Bandung, Kamis (27/1/2022).

Taufik mengatakan, meskipun kasusnya menurun, jumlah kerugian akibat kecelakaan kerja tahun lalu masih cukup besar.

Hal ini, terlihat dari besarnya jumlah klaim yang diajukan ke BPJS Ketenagakerjaan oleh perusahaan yang mengalami kasus kecelakaan kerja.

Tahun 2021, katanya, klaim kecelakaan kerja di Jawa Barat ke BPJS Ketenagakerjaan cukup besar yakni mencapai Rp 316,7 miliar.

Sedangkan pada 2020 sebanyak Rp 244,3 miliar dan pada 2019 sebanyak Rp 245,1 miliar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved