Minggu, 12 April 2026

Terancam Kehilangan Pekerjaan, Tenaga Honorer di Majalengka Curhat Begini

Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka, Eman Suherman, menyebut penghapusan tenaga honorer itu masih bersifat wacana.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Dokumentasi Tribun Jabar
Para tenaga honorer berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumedang, Senin (1/10/2018) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka  keberatan pada wacana dari Kementerian PAN-RB soal tidak ada lagi pegawai honorer di instansi pemerintah selain PNS dan PPPK.

"Jelas tidak setuju ya, sudah dengar informasinya (soal penghapusan tenaga honorer), kalau sampai terjadi saya bingung gimana jadinya," ujar tenaga honorer yang bekerja di Diskominfo Majalengka kepada Tribun Jabar, Senin (24/1/2022).

Tenaga honorer yang enggan disebutkan identitasnnya itu berharap wacana itu tidak terealisasi. Selama 6 tahun terakhir ini, penghasilan utama untuk keluarganya itu berasal dari honor sebagai tenaga honorer tersebut.

"Saya sudah 6 tahun jadi tenaga honorer dan jadi penghasilan utama saya. Semoga saja tidak jadi lah," ucapnya.

Selain menjadi penghasilan utama, bekerja sebagai tenaga honorer masih diandalkan di dinas tempatnya bekerja.

Selama di Diskominfo, tugas yang dibebankan ke dia tak bisa dikerjakan oleh PNS.

Baca juga: Tenaga Honorer Akan Dihapus, Ribuan Guru Honorer di Bandung Barat Terancam Jadi Pengangguran

Menurutnya, tenaga honorer harus terjun ke lapangan, sedangkan PNS itu banyak kerjaan lainnya.

"Saya rasa tenaga honorer di dinas saya penting, kan itu yang menunjang informasi untuk publikasi masyarakat dikerjakannya oleh tenaga honorer seperti publikasi informasi Pemda lewat medsos (IG). Laman Pemda bahkan bahan buat informasi radio itu kan sumbernya dari peliputan."

"Kan enggak bisa itu dikerjakan atau di-cover oleh PNS untuk terjun ke lapangan soalnya banyak kerjaan lainnya yang harus di-cover," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka, Eman Suherman, menyebut penghapusan tenaga honorer itu masih bersifat wacana.

Jika nantinya benar-benar terealisasikan, pihaknya akan terlebih dahulu mengkaji dampak yang terjadi.

"Masih wacana, tapi kalau benar terjadi paling tidak kami akan mengkaji. Bagaimanapun, kalau kebijakan pusat, tenaga honorer harus dihapus kita akan melihat dampak ke sistem, di titik pemerintahan," kata Eman Suherman.

Baca juga: Posisi Masih Krusial, Kadisdik Cianjur Tak Setuju Tenaga Honorer Dihapuskan

Eman juga menyebut, selama ini tenaga honorer, khususnya di Majalengka masih dianggap penting.

Meski sudah diangka ribuan, tenaga honorer di setiap dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka masih memegang peran dalam pekerjaan tupoksi yang ada di setiap dinas.

"Walau bagaimanapun juga, di saat hari ini kita kehilangan tenaga, Pekerja Harian Lepas (PHL) itu kita butuh."

"PHL mudah-mudahan diangkat, kalau diangkat semua kan tidak menjadi persoalan. Yang menjadi persoalan, kalau tenaga honorer dihapus."

"Ada sekitar ribuan honorer di Majalengka. Tenaga honorer paling banyak terdapat di PUTR dan Satpol PP," ujar Eman Suherman.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved