Netizen Tuduh Polisi Ini Pakai Bahasa China saat Sosialisasi Vaksin, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya

Sempat viral video polisi berbahasa China saat sosialisasi vaksin di daerah Singkawang, Kalimantan Barat.

Editor: Mega Nugraha
Capture via IG Tribun Pontianak
Bripka Mernawati saat sosialisasi vaksin 

TRIBUNJABAR.ID- Sempat viral video polisi berbahasa China saat sosialisasi vaksin di daerah Singkawang, Kalimantan Barat.

Konten video yang viral itu, tampak ada anggota Polres Singkawang menyampaikan imbauan di samping mobil binmas di pasar di Jalan Sama-sama, Singkawang Barat.

Kemudian, netizen pengunggah video itu mempertanyakan kenapa polisi harus berbahasa China ketimbang berbahasa Indonesia.

Sontak postingan itu langsung mendapat tanggapan warganet. Netizen lain menjawab bahwa apa yang disampaikan si polisi, bukan bahasa China, melainkan bahasa Khek atu hakka.

Baca juga: 5 WNI Hilang saat Tsunami Tonga, BMKG Pastikan Indonesia Tak Terdampak

Belakangan diketahui, peristiwa itu terjadi pada Senin 3 Januari. Polisi yang sosialisasi dengan bahasa Khek adalah Bripka Mernawati yang menyampaikan imbauan menggunakan pengeras suara.

Mernawati secara fasih berbicara menggunakan bahasa Khek untuk mengajak masyarakat ikut vaksinasi.

Aksi Bripka Mernawati ini langsung menarik perhatian warga yang ada di sekitar lokasi.

Beberapa kali terlihat warga mendokumentasikan pengumuman yang disampaikan Menawati.

Dikutip Tribun Pontianak, Bripka Mernawati mengatakan, cara tersebut dilakukan agar masyarakat Kota Singkawang yang mayoritas warga Tionghoa lebih mudah mengerti pentingnya vaksinasi.

Baca juga: PERINGATAN Tsunami di Jepang Hingga Australia, Dampak Letusan Gunung Api Bawah Laut di Pasifik

"Karena mayoritas Singkawang adalah warga Tionghoa, jadi saya menggunakan bahasa Khek, agar mereka lebih mudah mengerti," ujar Bripka Mernawati, Selasa 4 Januari 2022.

Kelihaian menggunakan bahasa Khek ini, ternyata ia dapatkan dari sang ibu yang merupakan keturunan Tionghoa.

Alhasil, bahasa Khek yang biasa digunakan oleh sebagian besar warga Tionghoa dapat dikuasai Bripka Mernawati.

Kepandaian berbahasa Khek tersebut kemudian ia gunakan untuk mensosialisasikan pentingnya vaksin dan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

Bripka Mernawati berharap, sosialisasi menggunakan bahasa Khek ini dapat menarik minat masyarakat khususnya orang-orang tua untuk berkenan divaksinasi demi terhindarnya dari dampak Covid-19 dan terciptanya Herd Immunity di Kota Singawang.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved