Breaking News:

Disdukcapil Cianjur Belum Terima Program e-KTP Digital, Masih Menunggu Kebijakan Ini dari Pusat

Kartu tanda penduduk eletronik atau disebut dengan e-KTP akan berbentuk digital. Kartu yang berfungsi untuk menunjukkan identitas sebagai versi baru

tribunjabar/ferri amiril mukminin
ILUSTRASI antrean pembuatan KTP di Disdukcapil 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kartu tanda penduduk eletronik atau disebut dengan e-KTP akan berbentuk digital.

Kartu yang berfungsi untuk menunjukkan identitas sebagai versi baru dari e-KTP sedang diuji Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di 58 kabupaten dan kota di Indonesia.

Aplikasi Identitas Digital (Digital ID) ini bisa diunduh melalui toko aplikasi yang ada di smartphone. 

Jadi, nantinya masyarakat perlu mendaftarkan diri dulu dengan mempersiapkan data yang ada di e-KTP fisik.

Namun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdikukcapil ) Cianjur belum menerima program e-KTP Digital dari Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Zudan Arif Fakrulloh.

Kepala Dinas Disdikukcapil Kabupaten Cianjur Munajat mengatakan, pihaknya sedang menunggu adanya kebijakan program e-KTP dari Pemerintah Pusat.

"Kabupaten Cianjur belum ada, untuk teknisnya juga belum turun dari pusat, kami masih menunggu," katanya, Jumat (14/1/2022) di Cianjur.

Meski belum diterapkan di Cianjur, wacana adanya e-KTP Digital ditanggapi Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Putra Indonesia (UNPI) Astri Dwi Andriani sebagai sistem yang dapat mempermudah masyarakat.

"Saya secara pribadi  menyambut baik hal ini karena banyak hal yang bisa kita lakukan dan di manfaatkan ketika kita punyai KTP yang istemnya terintegrasi jadi untuk perkara apapun kita tinggal scan barcode aja," katanya.

Astri menambahkan dengan adanya e-KTP Digital dapat mempermudah untuk keperluan melamar kerja ataupun masuk sekolah.

"Misalkan ngelamar kerja atau masuk perguruan tinggi atau kuliah lebih mudah, biasanya kan harus ada foto copy KTP," ujarnya.

Selain itu, Astri berpendapat lingkungan akan lebih bebas sampah karena mengurangi penggunaan kertas.

"Dapat mengurangi penggunaan sampah, karena gak menggunakan kertas fotokopi," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved