Breaking News:

Kearifan Lokal Kasepuhan Ciptagelar

Cerita Ketua Adat Kasepuhan Ciptagelar Hadirkan Jaringan Internet dan Listrik di Tengah Tradisi

Meski pertahankan adat dan tradisi pertanian berusia 654 tahun, Kasepuhan Ciptagelar nyatanya bisa hidup beriringan dengan teknologi.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Mega Nugraha
ISTIMEWA
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mengunjungi Kasepuhan Ciptagelar di Kabupaten Sukabumi, Rabu (24/3/2021). 

TRIBUNJABAR.ID,SUKABUMI - Meski pertahankan adat dan tradisi pertanian berusia 654 tahun, Kasepuhan Ciptagelar nyatanya bisa hidup beriringan dengan teknologi.

Salah satu buktinya, Kasepuhan Cipatgelar di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi itu sudah terakses jaringan internet

Ketua Adat Kasepuhan Ciptagelar, Abah Ugi Sugriana Rakasiwi mengatakan, awal mula menciptakan jaringan internet itu dia turut merasakan sendiri betapa sulitnya berkomunikasi dengan warga yang ada di luar kasepuhan.

'Untuk jaringan internet sendiri karena zaman dulu Abah sekolah jauh dari kampung ini, pulang kampung merasakan sendiri komunikasi itu sangat penting untuk kita komunikasi dengan warga, entah itu kita dengan sesama, ternyata komunikasi di abah sulit pisan untuk diajukan ke berbagai macam selular," kata Abah Ugi saat berbincang dengan Tribun pada Jumat (14/1/2022).

Baca juga: Pertanian dengan Membaca Langit Ala Warga Kasepuhan Ciptagelar, Teruji Tak Pernah Gagal Panen

Ia mengatakan, pada 2009 pernah mengajukan akses jaringan internet ke salah satu operator jaringan seluler untuk menyediakan jaringan internet di Kasepuhan Ciptagelar.

"Tahun 2009 kita mulai mengajukan karena ada faktor kebetulan, ada yang lewat main sepeda kebetulan dari salah satu operator yang di Indonesia, kita ngomong pak kalau bisa di kita pengen ada jaringan, dari situ dibangun ya sampai sekarang juga tetap masih berjalan," jelasnya.

Namun, hal itu tidak bisa maksimal karena tidak bisa dijangkau oleh banyak orang, terutama oleh warga yang berada di kampung-kampung pedalaman. Sampai akhirnya ia berinisiatif membuat jaringan sendiri.

"Di sisi lain karena operator yang besar-besar itu agak sulit menjangkau kampung-kampung yang kecil makanya ya abah bekerjasama dengan teman-teman gimana caranya kita membangun jaringan sendiri. Ternyata ada namanya ya ISP, Internet Service Provider yang bisa dikerjasamakan dengan masyarakat dan bisa dikelola langsung, makanya abah kembangkan," terangnya.

"Alhamdulillah saat ini ada di kita yang ada di 6 desa yang ada di seputaran abah itu dikelola oleh kita semua bekerjasama dengan teman-teman ISP-nya," jelasnya.

Baca juga: 654 Tahun Kasepuhan Ciptagelar Pertahankan Tradisi Larangan Jual Padi Untuk Ketahanan Pangan

Hadirkan Listrik Mikrohidro

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved