Breaking News:

Kearifan Lokal di Kasepuhan Ciptagelar

Pertanian dengan Membaca Langit Ala Warga Kasepuhan Ciptagelar, Teruji Tak Pernah Gagal Panen

Kasepuhan Ciptagelar di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi sudah ada sejak 1368. Mereka pertahankan pertanian dengan membaca langit di rasi bintang

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Mega Nugraha
m rizal jalaludin/tribunjabar
Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar di Sukabumi. Foto diambil 30 Januari 2021. 

TRIBUNJABAR.ID,SUKABUMI- Kasepuhan Ciptagelar di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi sudah ada sejak 1368. Usia perkampungan yang pertahankan adat dan tradisi itu sudah 6 abad.

Kasepuhan Ciptagelar menyandarkan kehidupan dan tradisi pada budaya pertanian. Saat panen tiba, larangan memperjual belikan padi berlaku. Tujuannya mengendalikan hawa nafsu atas uang. 

"Setelah panen, hasilnya itu disimpan di lumbung padi untuk bekal kehidupan sehari-hari, engga boleh dijualbelikan, jadi ya dari zaman dulu sampai sekarang tetap kebiasaan itu diregenerasikan dari turunan keturunan terus terusan," kata Ketua Adat Kasepuhan Ciptagelar Abah Ugi Sugriana Rakasiwi, saat berbincang dengan Tribun pada Jumat (14/1/2022).

Abah Ugi Sugriana Rakasiwi merupakan keturunan Abah Anom atau Encup Sucipta yang wafat pada 2007. Sebelum Abah Ugi, Kasepuhan Ciptagelar dipimpin oleh almarhum ayahnya.

Baca juga: 654 Tahun Kasepuhan Ciptagelar Pertahankan Tradisi Larangan Jual Padi Untuk Ketahanan Pangan

Sebagai masyarakat agraris yang pertahankan tradisi pertanian, mereka punya ilmu dan teknologi sendiri dalam menanam padi. Salah satunya untuk bibit.

Bibit padi baru bisa dipanen setelah ditanam selama 7 bulan. Padahal, padi pada umumnya sejak ditanam hingga panen memerlukan waktu 3-4 bulan. Abah Ugi mengatakan, hal itu menandakan bibitnya pun bisa bertahan lama.

"Terus lama bibit juga kalau di kota mungkin menanam padi itu 2 sampai 3 bulan udah bisa panen, kalau di Abah ditanam itu masih nunggu sampai 7 bulan baru bisa dipanen, dari lamanya bibit dia sampai berbuah sampai bisa dipanen juga mungkin menunjukka si bibit ini lebih lama daripada yang umumnya mungkin," ucapnya

Baca juga: Ini Sosok Ditha Ana Talia asal Lebak Banten, Istri Ketua Adat Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi

Proses penanamannya pun terbilang syarat dengan larangan. Abah Ugi menyebut, penanaman tidak dilakukan sembarangan. Dalam satu kali tanam padi selama satu tahun ini harus memperhatikan waktu yang tepat.

Menurutnya, ada dua tanda atau patok yang harus diperhatikan dalam proses menanam padi. Yakni dengan membaca langit, atau melihat rasi bintang.

Bagi masyarakat Kasepuhan Ciptagelar, saat rasi bintang orion atau rasi bintang kidang tampak di langit malam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved