Breaking News:

RSUP Hasan Sadikin Bandung Siapkan 376 Tempat Tidur, Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Varian Omicron

RSUP Hasan Sadikin di Kota Bandung persiapkan diri hadapi penambahan kasus Covid-19 varian Omicron yang telah terdeteksi di Indonesia, termasuk di Jab

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Ilustrasi Covid-19 Varian Omicron. (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo) 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - RSUP Hasan Sadikin di Kota Bandung persiapkan diri hadapi penambahan kasus Covid-19 varian Omicron yang telah terdeteksi di Indonesia, termasuk di Jabar

Direktur Perencanaan, Organisasi, dan Umum RSUP Hasan Sadikin, Muhammad Kamaruzzaman, mengatakan sebelum Omicron muncul, tepatnya pada Juli-Agustus 2021, terjadi lonjakan kasus Covid-19 di RSUP Hasan Sadikin.

Saat itu pihaknya menyediakan 40 persen tempat tidur di rumah sakit untuk pasien Covid-19, yaitu sebesar 376 tempat tidur yang sesuai dengan instruksi Menteri Kesehatan.

Baca juga: Kondisi 4 Warga Bandung Positif Omicron: Ringan Sekali, Seperti Masuk Angin Biasa, Tapi. . .

Kemudian saat kasusnya menurun mulai Oktober 2021, Hasan Sadikin kembali menurunkan kembali penyediaan tempat tidur sebesar 14,8 persen atau sekitar 130 tempat tidur. 

"Namun saat ini begitu ada pernyataan WHO dengan adanya Omicron dan kami melihat tren meningkat tajam, tentu saja kami akan melakukan berbagai hal yang diperlukan untuk mencegah atau mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus di rumah sakit kami," katanya di RSUP Hasan Sadikin, Kamis (13/1).

Upaya yang dilakukan, katanya, adalah meningkatkan dan menguatkan kembali skrining, terutama kepada mereka yang mempunyai riwayat berpergian ke luar negeri. Rumah sakit pun menyiapkan kamar terpisah untuk pasien suspek yang diduga terpapar varian ini dan tidak disatukan dengan pasien suspek Covid-19 lainnya.

"Jadi terpisah ya supaya kita bisa melacak pasien ini dengan mempertimbangkan WGS. Apabila ada kecurigaan yang sangat tinggi atau probable case terhadap varian ini ya walaupun nanti ternyata PCR-nya negatif tapi tetap begitu kita punya suspek dan probable kita lakukan pemisahan," katanya.

Baca juga: Mahfud MD Ungkap Ada Dirjen Diminta Duit Setoran Oleh Menteri, Pilih Mundur Tapi Diumumkan Dipecat

Pihaknya pun telah melarang semua tenaga di RSUP Hasan Sadikin untuk bepergian ke luar negeri atau cuti selama libur akhir tahun. Kemudian protokol kesehatan dan penggunaan masker serta alat pelindung diri terus diperkuat dan diperketat di dalam rumah sakit.

Mengenai kapasitas penampungan ruangan isolasi, katanya, belum berubah dan masih tetap seperti pada lonjakan kasus pada Juli-Agustus 2021. Pihaknya menyiapkan skenario penambahan kamar dan alat bantu ventilator dan tenaga kesehatan.

"Ruang trease lama juga kita gunakan, ruang observasi dan lobi IGD, jadi total kapasitas yang kita siapkan itu bisa mencapai 100 pasien nantinya ya kita harap ini tidak akan terjadi," katanya.

Pihaknya juga menyiapkan ruang isolasi yang dilengkapi dengan oksigen yang berjumlah 40 buah dengan oksigen konsentrator 22 buah, oksigen transport lebih dari 7 buah, serta HEPA filter 6 buah untuk di ruang isolasi. Pihaknya pun menyiapkan ambulans dan petugas sisrute khusus pasien terduga Covid-19.

Untuk ruang isolasi dan perawatan, pihaknya menyiapkan empat skenario sampai bisa menampung lebih dari 325 pasien. Yakni ruang isolasi HCU, HCUA Kemuning, RIKK, Kemuning 1, Kemuning 2, Asnawati, ULB, Kemuning 3-5, Kana, sampai Kenangan. Semuanya akan dioperasikan tenaga-tenaga kesehatan yang sudah disiapkan.

Untuk penunjang instalasi laboratorium klinik, pihaknya memiliki petugas swab di Gedung Kemuning sampai 25 petugas swab yang nantinya melaksanakan tes Antigen dan PCR yang secara rutin dilakukan dengan target 100 sampai 250 tes per hari. Kemudian targetkan akan menghasilkan 250 hasil per hari.

Obat-obatan, oksigen, dan peti jenazah disiapkan dengan stok untuk tiga bulan, juga menyiapan oksigen konsentrator sejumlah 80 buah dan membangun oksigen generator. Ia mengatakan sampai 13 Januari 2022, di RSUP Hasan Sadikin belum terdapat pasien varian Omicron. Yang masih dirawat adalah sebanyak 24 pasien.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved