Hari Ini, Setahun Longsor Cimanggung Menewaskan 40 Orang, Begini Nasib Keluarga Korban Selamat

Hari ini,  9 Januari 2021, tepat 1 tahun kejadian longsor Cimanggung Kabupaten  Sumedang menewaskan 40 orang.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Kondisi terkini tepat setahun lokasi longsor Bojong Kondang, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Minggu (9/1/2022) sore. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana.

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Hari ini,  9 Januari 2021, tepat 1 tahun kejadian longsor Cimanggung Kabupaten  Sumedang menewaskan 40 orang.

Longsor Cimanggung itu dipicu hujan deras di awal tahun lalu. Intensitas hujan tinggi membuat tebing di lereng pegunungan yang gundul longsor

Pada longsor pertama, hanya beberapa korban yang dilaporkan tertimbun. Puluhan korban lainnya termasuk sejumlah pejabat di tingkat Kecamatan Cimanggung turut tertimbun pada longsor susulan. 

Tepat setahun peristiwa itu diperingati sebagian warga dan unsur Forkopimcam Cimanggung untuk menggelar doa tahlil di kompleks perumahan PT Satria Bumintara Gemilang (SBG), kompleks perumahan yang berada tepat di atas tebing yang longsor. 

Baca juga: Setahun Longsor Cimanggung Sumedang, Warga Sudah Jenuh Tinggal di Kontrakan, Menunggu Relokasi Rumah

Hingga kini, nasib keluarga korban longsor dan keluarga lainnya yang terdampak di sekitar longsor tidak menentu menunggu relokasi. 

"Relokasi longsor Cimanggung masih proses lelang di Kementerian PUPR. Kita ajukan 30 rumah," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman kepada TribunJabar.id, Minggu (9/1/2022).  

Herman berharap lelang itu terlakasan pada triwulan pertama tahun 2022 ini, dan triwulan kedua akan dilaksanakan pengadaan.

Pembangunan yang dilakukan menggunakan dana Kementerian PUPR ini mengambil tempat di lahan perumahan SBG yang sudah menjadi milik Pemerintah Kabupaten Sumedang. Tanah di perumahan tersebut sudah berakta atas nama Pemkab Sumedang. 

Baca juga: Terbongkar, Pelaku Aksi Asusila di Pemakaman di Cimanggung Sumedang Ternyata Pasangan Selingkuh

"Kami berkoordinasi karena domainnya ada di PUPR. Yang jelas secara administratif juga operasional lapangan, kami sudah siap," ucapnya. 

Herman mengimbau warga terdampak agar jangan khawatir. Katanya, percayakan kepada pemerintah. Pemerintah Kabupaten Sumedang sudah mengawal relokasi. 

"Kalau ada masalah atau keluhan, silakan hubungi via BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah)," katanya.. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved