Selasa, 2 Juni 2026

MUMI HAMIL di Mesir Hebohkan Kalangan Peneliti, Semula Dianggap Sebagai Pria Berbadan Besar

Sejumlah ilmuwan saat ini sedang bekerja keras mengungkap misteri di balik temuan besar mereka di Mesir, yaitu mumi hamil.

Tayang:
Penulis: Adi Sasono | Editor: Adi Sasono
WARSAW MUMMY PROJECT
Mumi hamil dari Mesir yang sedang diteliti para ilmuwan dari Warsaw Mummy Project. Citra pemindaian janin di perut mumi. 

TRIBUNJABAR.ID - Sejumlah ilmuwan saat ini sedang bekerja keras mengungkap misteri di balik temuan besar mereka di Mesir, yaitu mumi  hamil.

Dikutip dari Business Insider, mumi hamil itu merupakan temuan besar.  Selain tidak umum, sebelumnya sama sekali tidak ada dugaan bahwa jasad itu diawetkan saat mengandung.

Melihat badan mumi yang besar dan perutnya buncit, para peneliti sempat menganggap obyek penelitian mereka itu adalah pria berbadan besar, yaitu seorang pendeta bernama Hor Djehuty.

Sebelum Warsaw Mummy Project menganilis, tidak ada seorang ilmuwan pun yang menyadari atau mengetahui ada janin di dalam jenazah yang dimumikan itu.

Baca juga: Mayat Bocah 7 Tahun Ditemukan Dalam Kondisi Seperti Mumi di Kamar Orangtuanya, Ini Fakta-faktanya

Dalam pemindaian sinar X sama sekali tidak ditemukan tulang janin, sehingga dianggap sebagai mumi biasa seperti umumnya yang ditemukan di Mesir.

Wojciech Ejsmond, peneliti Warsaw Mummy Project yang memimpin penelitian itu menyebut temuan ini tidak umum.

"Perempuan yang dalam masa reproduksi mungkin tidak terus menerus hamil, tetapi tentu ada kalanya dalam waktu tertentu mereka hamil juga," kata Ejsmond.

Disebutkan, tulang janin tidak pernah muncul dalam pemindaian sinar X. Para ilmuwan pun tidak mengembangkan teknologi yang memang tidak untuk mendeteksi tulang.

"Para radiolog umumnya mencari tulang, dan kasus kami ini menunjukkan, sebenarnya itu tidak harus," katanya.

Lewat sebuah surat yang diterbitkan melalui Journal of Archeological Science, para peneliti menyampaikan hipotesis soal mengapa janin bisa hilang saat dipindai. Bisa jadi tulang janin itu luruh saat proses pengawetan berlangsung.

"Ini seperti percobaan dengan telur. Taruh telur dalam cairan asam, maka cangkangnya akan terurai, tinggal bagian dalamnya," kata Ejsmond.

"Ketika asamnya menguap, yang tinggal hanya telur terbalut mineral," lanjutnya.

Ia menjelaskan, ketika jenazah membusuk, mulai terjadi proses pengasaman secara alami.

"Asam mulai terlihat di dalam darah, yang akan membuat seluruh tubuh penuh asam," ungkapnya.

Ketika asam mulai menyentuh janin, hampir semua tulangnya terurai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved