Penangkapan Terduga Teroris

Teroris Ahmad Panjang Ternyata Tewas Ditembak Satgas Madago Raya

Ahmad Panjang tewas setelah terlibat kontak tembak di area perkebunan warga Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa

Editor: Ravianto
Foto-foto DPO teroris Poso. Ali Kelora diduga meninggal dunia dalam baku tembak. (MANSUR K103-15) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Buronan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang tewas ditembak Satgas Madago Raya.

Ahmad Panjang tewas setelah terlibat kontak tembak di area perkebunan warga Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (4/1/2022) sekira pukul 10.30 WITA.

Wakasatgas Humas Ops Madago Raya AKBP Bronto Budiyono mengatakan lokasi persembunyian Ahmad Panjang terungkap setelah pihaknya melakukan operasi.

Ketika itu, petugas melihat keberadaan Ahmad Panjang di sebuah semak di Desa Dolago, Parigi Selatan.

"Personil Satgas Ops Madago Raya melaksanakan ambush dan mendengar ada suara gesekan semak atau ranting. Terlihat 1 DPO atas nama Ahmad Panjang teridentifikasi jelas," kata AKBP Bronto Budiyono.

Saat hendak ditangkap, kata Bronto, pelaku mencoba melakukan perlawanan.

Kontak tembak pun tidak terhindarkan dan petugas melakukan tindakan tegas dan terukur hingga Ahmad Panjang meninggal dunia.

"Kemudian dibawa ke intalasi jenazah Rumkit Bhayangkara Palu. Hasil identifikasi dipastikan bahwa jenazah adalah Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, umur 27 tahun, yang merupakan 1 dari 4 DPO MIT Poso," katanya.

Evakuasi jasad Ahmad Panjang dikawal ketat pasukan gabungan bersenjata lengkap.

Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi memperlihatkan foto DPO teroris Poso saat konferensi pers di Mako Polres Parimo, Selasa (4/1/2021) siang.
Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi memperlihatkan foto DPO teroris Poso saat konferensi pers di Mako Polres Parimo, Selasa (4/1/2021) siang. (Handover/Humas Polda Sulteng/ Tribunpalu.com)

Dalam video yang diterima TribunPalu.com, jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans milik Polisi.

Jasad Ahmad Panjang tiba di RS Bhayangkara Palu Selasa malam dan langsung ditangani tim inafis untuk kepentingan autopsi.

Harusnya tak sendiri

Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, DPO tewas itu diperkirakan tidak sendirian saat di lokasi kejadian.

Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi menunjukan foto 4 DPO Teroris Poso di Mapolda Sulteng, Jl Soekarno-Hatta, Keluahan Tondo, Kecamatan Mntikulore, Kota Palu, Rabu (22/9/2021).
Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi menunjukan foto 4 DPO Teroris Poso di Mapolda Sulteng, Jl Soekarno-Hatta, Keluahan Tondo, Kecamatan Mntikulore, Kota Palu, Rabu (22/9/2021). (TRIBUNPALU.COM/SUTA)

"Seharunya berdua, karena mereka tidak pernah sendiri biasanya, harusnya berdua dan tertembak satu," kata Irjen Rudy Sufahriadi melalui konferensi pers di Polres Parimo.

Kapolda pun menegaskan agar sisa DPO saat ini, bisa menyerahkan diri secara baik-baik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved