Breaking News

Tahun 2021 Ratusan Orang Terjangkit DBD di Ciamis, 4 Orang Meninggal Ternyata Kondisinya Begini

Selama tahun 2021, sampai tutup tahun Jumat (31/12) tercatat di Dinkes Ciamis ada ratusan orang warga Tatar Galuh Ciamis yang terjangkit penyakit DBD

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Pasien DBD 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Selama tahun 2021, sampai tutup tahun Jumat (31/12) tercatat di Dinkes Ciamis ada 470 orang warga Tatar Galuh Ciamis yang terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD). Karena itu terpaksa dirawat di puskesmas maupun rumah sakit.

Dari 470 orang warga Ciamis yang terjangkit DBD tersebut, empat orang di antaranya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Puncak kasus terjadi pada Desember 2021, dengan jumlah kasus 148 orang  dua di antaranya meninggal dunia.

Pasien DBD yang meninggal juga terjadi pada Mei 2021, satu orang dan bulan November satu orang.

Dari 4 orang pasien DBD yang meninggal selama tahun 2021 tersebut, dua orang masih usia anak remaja ( 5-14 tahun). Seorang usia dewasa (21 tahun) dan seorang ibu-ibu (54 tahun).   

“Total kasus DBD selama tahun 2021 sebanyak 470 kasus. Empat orang di antaranya meninggal dunia,” ujar Kabid Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Ciamis, dr H Harun Al Rasyid kepada Tribun Rabu (5/1).

Ke-4 pasien DBD yang meninggal tersebut, terutama karena saat masuk rumah sakit kondisinya sudah cukup parah.

Dari 470 total kasus DBD yang terjadi selama tahun 2021 tersebut menurut dr Harun, sebanyak 235 orang penderitanya adalah laki-laki dan 233 orang perempuan.

Dengan rincian kelompok umur, bayi di bawah umur 1 tahun (15 orang),  balita usia 1 sampai 4 tahun (29 orang), usia anak –remaja (5 -14 tahun) 109 orang, dua orang meninggal dunia; kelompok usia 15 sampai 44 tahun (216 orang. 

Seorang di antaranya meninggal dunia) dan kelompok usia di atas 44 tahun (99 orang, seorang di antaranya meninggal dunia).

Kelompok usia yang paling diincer nyamuk Aedes aegypti penular penyakit DBD di Ciamis ternyata kelompok umur remaja-dewasa (usia diatas 15 tahun sampai 44 tahun) –kelompok usia produktif yang biasanya punya aktivitas tinggi. Yakni sebanyak 216 kasus (seorang diantaranya meninggal dunia).

Bila dirinci per bulan kejadian, kasus terbanyak menurut dr Harun terjadi bulan Desember (148 kasus, dua diantaranya meninggal dunia), kemudian November (116 kasus, seorang meninggal dunia), Oktober (51 kasus) dan September (39 kasus). Selama musim hujan sejak bulan September sampai Desember, kasus DBD di Ciamis meningkat tajam.

Sedangkan  bulan sebelumnya mulai Januari (11 kasus), Februari (5 kasus), Maret (6 kasus), April (7 kasus), Mei (24 kasus, seorang meninggal dunia), Juni (29 kasus), Juli (18 kasus) dan Agustus (14 kasus).

Kasus terbanyak terjadi di daerah endemik DBD, yakni wilayah kerja Puskesmas Ciamis (106 kasus), Imbanagara (79 kasus), Handapherag (53 kasus), Cikoneng (31 kasus), Sadananya (26 kasus), Baregbeg (24 kasus) dan Cijeungjing (15 kasus).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved