Breaking News:

Cegah dan Tangani Varises Melalui Metode Perawatan di Santosa Hospital Bandung Central

dr. Romzi Karim, Sp.B SubBVE dari Santosa Hospital Bandung Central jelaskan Varises merupakan keadaaan abnormal yang terjadi pada pembuluh darah vena

Penulis: Cipta Permana | Editor: bisnistribunjabar
dr. Romzi Karim, Sp.B SubBVE Dokter Subspesialis Bedah Vaskular Endovaskular 

TRIBUNJABAR.ID , BANDUNG - Sobat Tribunners, memiliki bentuk tubuh dan penampilan yang sempurna menjadi idaman dari semua orang untuk meningkatkan kepercayaan diri, khususnya bagi kaum Hawa.

Namun, tidak jarang munculnya goresan atau kondisi abnormal yang muncul pada bagian tubuh tertentu, seperti Varises membuat tingkat kepercayaan seseorang sangat terganggu, dan berupaya untuk menutupi atau mengalihkan kondisi tersebut dengan berbagai cara, salah satunya melalui tindakan operasi.

Dokter Subspesialis Bedah Vaskular Endovaskular di Santosa Hospital Bandung Central, dr. Romzi Karim, Sp.B SubBVE menjelaskan, Varises merupakan keadaaan abnormal pembuluh darah vena, akibat adanya gangguan pada bagian aliran balik vena.

Keluhan yang kerap dialami pasien bergejala Varises, diantaranya rasa pegal, berat, kram, nyeri, tidak nyaman dan kadang disertai gatal-gatal pada bagian tubuh yang mengalami gangguan.

"Umumnya, gejala yang timbul dari Varises, berupa pembuluh darah yang berkelok-kelok, bengkak, kulit yang mengeras dan luka di atas mata kaki. Gejala tersebut muncul, karena terjadi kerusakan pada katup aliran Vena darah," ujarnya saat ditemui di RS. Santosa Central.

dr. Romzi menuturkan, pemicu dari Varises, diantaranya berdiri terlalu lama, duduk terlalu lama, obesitas, hingga faktor keturunan/genetik.

Varises juga, lanjutnya lebih banyak dialami oleh perempuan, dibandingkan pada laki-laki, karena dipengaruhi oleh faktor hormonal.

Usia terbanyak yang mengalami Varises ini adalah dewasa muda dan resiko komplikasi semakin tinggi sejalan dengan bertambahnya usia.

"Lalu pertanyaannya, siapakah yang dapat terkena Varises, secara umum, baik laki-laki maupun perempuan memiliki tingkat resiko terkena varises yang sama, namun lebih banyak dialami oleh perempuan, karena adanya faktor hormonal yang lebih tinggi," ucapnya.

dr. Romzi menuturkan, kondisi Varises sebaiknya ditangani secara medis. Sebab, bila tidak mendapatkan penanganan medis secara tepat, dikhawatirkan keluhan dan gejala yang timbul akan bertambah berat hingga mengganggu kualitas hidup pasien, bahkan, bila gejalanya berat, berpotensi menyebabkan kematian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved