Mojang Priangan Golf Club, Komunitas Golf yang Beranggotakan Perempuan dari Berbagai Pekerjaan
Kegiatan klub itu di antaranya latihan driving golf setiap minggu dan bermain bersama setiap bulan untuk melihat perkembangan kemampuan.
Penulis: Agung Yulianto Wibowo | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Enam belas perempuan mendengarkan secara saksama penjelasan instruktur di Dago Golf Heritage Bandung, Senin (27/12/2021) pagi.
Mayoritas ibu-ibu dari Mojang Priangan Golf Club (MPGC) itu mengikuti Rule of Golf Gathering.
Selain mendengarkan penjelasan teori dari instruktur, mereka juga mempraktikkan gerakan di lapangan.
Para perempuan itu kompak memakai seragam atasan kuning dipadukan abu-abu dan bawahan putih.
Ketua MPGC, Taty Sugiarti, mengatakan klub itu dibentuk sebagai wadah menyalurkan kegiatan positif dan aman pada Januari 2020 saat masa pandemi Covid-19.
Baca juga: Taty Sugiarti, Dosen Hukum yang Mengemas Batik Laksmi Bergaya Modern
Pada awalnya, pendiri MPGC ini memilih golf karena menggunakan alat yang privasi atau tidak bergantian.
Selain itu, olaraga golf juga dilakukan di ruang terbuka hijau.
"Namun, ketika saya menjalani olahraga ini, tidak menyenangkan jika sendirian," ujarnya kepada Tribunjabar, Senin.
Di sela bermain golf dan driving di lapangan, Taty melihat banyak pemain perempuan, khususnya di Kota Bandung.
Doktor di bidang hukum ini kemudian mengundang teman-teman dekatnya yang ada di pesan instan.
Pemilik Batik Laksmi ini pun membuat WhatsApp Group (WAG) bernama Mojang Priangan Golfer.
Sekitar satu tahun lalu, di WAG Mojang Priangan Golfer hanya ada empat orang.
Namun, jumlahnya terus bertambah hingga belasan orang.
"Sekarang sudah ada 55 anggota dari berbagai latar belakang. Ada yang pengusaha, dokter, notaris, dan lainnya," ucapnya.
Dari situ, ibu dua anak ini kemudian fokus menjadikan WAG itu sebagai wadah pembentukan awal klub.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mojang-priangan-golf-club-mpgc.jpg)