Breaking News:

Success Story

Taty Sugiarti, Dosen Hukum yang Mengemas Batik Laksmi Bergaya Modern

Alhamdulillah dalam pandemi Covid-19 ini masih terus bertahan. Saya pakai strategi pemasaran pemenuhan terhadap kebutuhan corporate

istimewa
Taty Sugiarti 

TIDAK hanya bergelut sebagai dosen di bidang hukum, Taty Sugiarti juga mengembangkan bisnisnya lewat Batik Laksmi.

Nama Laksmi dipilih Taty yang diambil dari nama anak keduanya.

Laksmi juga berarti seorang dewa yang menggambarkan kecantikan, keindahan, kemewahan, kecerdasan, dan segala sesuatu yang bersifat baik.

Lewat nama Laksmi, Taty melihat adanya kecocokkan akan batik karena nilai yang terkandung di sana.

Perempuan kelahiran Jakarta pada 14 Juli 1977 ini dibesarkan di Cirebon.

Dia melihat batik sebagai kekayaan budaya yang harus dikenalkan kepada seluruh dunia.

Batik Laksmi sudah hadir hampir lima tahun.

“Alhamdulillah dalam pandemi Covid-19 ini masih terus bertahan. Saya pakai strategi pemasaran pemenuhan terhadap kebutuhan corporate,” kata ibu dua putri ini kepada Tribun Jabar di sebuah kafe di Kota Bandung, Rabu (19/8/2020).

Produksi Batik Laksmi berada di Cirebon dengan 18 pekerja. Harga per batik antara Rp 300 ribu sampai lebih dari Rp 5 juta.

“Saya ingin menjadi satu di antara pengusaha batik yang melestarikan batik cirebonan,” ucap Taty.

Dia mengemas batik Cirebon dengan gaya yang lebih modern, tetapi tidak mengubah pakem batik itu sendiri.

Taty menilai seseorang akan terlihat lebih berwibawa jika memakai batik.

"Saya memadupadankan dengan berbagai bahan, seperti dengan brukat dan beludru. Saya juga melihat kain apa yang cocok digunakan, tidak asal tempel saja," ujarnya. (agung yulianto wibowo)

Penulis: Agung Yulianto Wibowo
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved