Jabar Curi Start Berikan Vaksin Booster, Apakah Sudah Menyasar Masyarakat Umum?

Kementerian Kesehatan telah memutuskan melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster mulai 12 Januari 2022.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Tribun Jabar / Ahmad Imam Baehaqi
Ilustrasi - Seorang anak saat disuntik vaksin Covid-19 di Grage City Mall, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Selasa (28/12/2021). 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Kesehatan telah memutuskan melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster mulai 12 Januari 2022.

Dosis vaksin booster akan diberikan dengan jangka waktu di atas enam bulan setelah vaksinasi dosis kedua.

Namun, ternyata Jawa Barat sudah curi start.

Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Dedi Supandi, mengatakan, pemberian vaksinasi booster di Jawa Barat telah dilakukan lebih awal, tepatnya sejak 27 Desember 2021.

Adapun jenis vaksin yang diberikan adalah Pfizer dan Moderna.

"Vaksinasi booster telah diberikan kepada petugas TNI-Polri, pekerja kesehatan, dan ke depan akan juga dilanjutkan kepada Satgas Covid-19 di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Kalau itu masih dimungkinkan. Kami juga akan berikan kepada tenaga pendidikan," ujar Dedi Supandi saat dihubungi, Senin (3/1/2022).

Terlebih, menurutnya, ketersediaan stok dosis vaksin booster di Jawa Barat masih cukup aman.

Ada sekitar 1,7 juta dosis.

Dedi menjelaskan, pemberian vaksinasi booster bagi warga akan dilakukan bertahap.

Kini, dosis vaksin yang sudah disuntikkan kepada warga sekitar 178.230 dari target 184 ribu dosis, dengan perincian 153.800 vaksin jenis Pfizer dan 24 ribuan jenis Moderna.

Sesuai Surat Edaran Kementerian Kesehatan, prioritas vaksin booster ini adalah petugas di bidang layanan publik yang berinteraksi langsung dengan masyarakat atau dituntut untuk selalu melakukan perjalanan ke luar daerah.

"Maka 184 ribuan, inilah yang telah diberikan kepada para petugas TNI-Polri dan pekerja kesehatan, serta Satgas Covid-19 di tingkat provinsi dan kabupaten/kota," ucapnya

Dia menambahkan, untuk pemberian booster itu tidak berdasarkan prioritas daerah kabupaten/kota, tapi semua kabupaten/kota harus melakukan prioritasnya kepada kelompok sasaran tadi, yakni TNI-Polri, pekerja kesehatan, dan Satgas Covid-19.

Karena sebetulnya ketersediaan vaksin booster itu sudah di distribusikan ke beberapa kabupaten/kota di Jabar.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pemberian vaksinasi booster dosis pertama bagi 37,9 dosis vaksin booster se-Jawa Barat," katanya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved