Breaking News:

Sidak Pasar, Tim Gabungan Kabupaten Tasik Temukan Indikasi Permainan Harga Cabai Rawit Melambung

Ada indikasi permainan harga di balik melambungnya harga cabai rawit di Tasikmalaya.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
Istimewa/Dok Polres Tasikmalaya
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono, bersama Kadis UMKM Perdagangan dan Perindustrian, Iwan Ridwan, sidak harga komoditas di Pasar Tradisional Singaparna, Kamis (30/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Tim gabungan di Kabupaten Tasikmalaya sidak ke Pasar Tradisional Singaparna, Kamis (30/12).

Hasil sidak yang melibatkan Polres Tasikmalaya, Dinas UMKM Perdagangan dan Perindustrian serta Satpol PP, diketahui sejumlah komoditas naik 20 hingga 100 persen dari harga normal.

Tim juga menemukan harga yang berbeda-beda di tiap jongkonya yang mengindikasikan ada permainan harga.

Cabai rawit domba tembus Rp 100.000 per kg. Bawang merah  Rp 25.000 per kg serta telur ayam mencapai Rp 30.000 per kg.

Harga tomat pun tak mau kalah naik drastis, dari semula Rp 8.000 per kg kini menjadi Rp 12.000 per kg.

Kadis UMKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tasikmalaya, Iwan Ridwan, mengungkapkan, terjadi perbedaan harga cabai rawit domba yang saat ini harganya melambung tinggi.

"Ada yang jual Rp 80 ribu. Ada juga yang Rp 90 ribu dan ada juga yang nekat jual Rp 100 ribu per kilogramnya," kata Iwan.

Menurut Iwan, perbedaan harga menyolok seperti itu sebenarnya tidak perlu terjadi jika para pedagang tak memanfaatkan situasi menjelang pergantian tahun.

"Kami menduga ada permainan harga. Bisa di tingkat pedagang atau bandar," ujar Iwan.

Baca juga: Menjelang Tahun Baru, Harga Telur Naik di Kota Bandung, Ini Penjelasan Kadisdagin

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved