Ini Alasan Kenapa Mayoritas Kasus Varian Omicron di Indonesia Tidak Bergejala
Vaksinasi Covid-19 ternyata teruji kurangi efek buruk penularan virus corona varian Omicron.Pasalnya, dari banyak kasus, mayoritas tidak bergejala.
TRIBUNJABAR.ID,JAKARTA- Vaksinasi Covid-19 ternyata teruji kurangi efek buruk penularan virus corona varian Omicron.
Data dari Kemenkes, dari 68 kasus penularan virus corona varian Omicron di Indonesia, 58 diantaranya tidak bergejala.
Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prasenohadi mengatakan, kondis itu menunjukan soal efektifitas vaksin Covid-19.
Menurutnya, warga yang sudah jalani vaksinasi Covid-19 cenderung tahan dan tak bergejala dari saat tertular varian Omicron.
Baca juga: Waspada Omicron, Bupati Sumedang Larang Hura-hura di Malam Tahun Baru 2022,Lebih Baik Muhasabah Diri
“Memang ada beberapa kasus di luar negeri ada yang meninggal atau gejala berat. Tapi tidak sebanyak kasus seperti di Indonesia ketika varian Delta kemarin itu," kata Prasenohadi dalam diskusi Menjaga Pandemi Tetap Landai Pasca Natal dan Tahun Baru di Youtube resmi BNPB, Kamis (30/12/2021).
Artinya, kata dia, vaksinasi Covid-19 ini benar-benar dibutuhkan dan teruji menangkap efek buruk dari penularan virus corona.
Pasalnya, sebagian besar kasus orang terpapar varian Omicron di Amerika Serikat (AS) harus menjalani perawatan karena belum divaksinasi.
"Di satu berita di AS seorang dokter unit gawat darurat (UGD) mengatakan, sebagian besar kasus yang yang ke instalasi gawat darurat (IGD) adalah yang belum divaksinasi, dan gejalanya sangat berat,” katanya.
Saat ini, pemerintah menggencarkan vaksinasi Covid-19. Selain untuk mencapai kekebalan kelompok, juga untuk mengurangi efek buruk saat tertular.
Baca juga: Kasus Omicron Bertambah 21 Orang, Kebanyakan Akibat Dari Ini
Prasenohadi menambahkan, seseorang yang telah mendapatkan suntikan vaksin tetap bisa tertular varian Omicron karena antibodi yang terbentuk setelah menerima vaksinasi berkurang seiring berjalannya waktu.
Di sisi lain, varian Omicron adalah hasil mutasi dari virus SARS-CoV-2 yang bisa menyebabkan orang yang sudah divaksinasi tetap bisa kembali terinfeksi, bahkan bagi orang yang sudah mendapatkan booster Covid-19 sekalipun.
"Makannya kan booster ini menjadi hal yang penting dalam menghadapi kasus Omicron. Jadi sepertinya, dengan dua kali vaksinasi tidak cukup dalam menghadapi kasus Omicron. Pemberian booster menjadi hal yang sangat penting untuk mengatasi virus ini," kata Prasenohadi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Alasan Mengapa Kebanyakan Orang Terpapar Omicron Tak Bergejala", Klik untuk baca:
https://nasional.kompas.com/read/2021/12/31/12045771/ini-alasan-mengapa-kebanyakan-orang-terpapar-omicron-tak-bergejala?page=all#page2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/virus-corona-omicron-varian-omicron.jpg)