Breaking News:

IDI Cianjur Sebut Tak Ada Izin Praktek untuk Dokter yang Sebabkan Seorang Meninggal di Cipanas

Ronny mengatakan, IDI Cianjur juga tak memberikan rekomendasi izin kepada tersangka LC yang berpraktik di sebuah villa di Cipanas.

Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Ketua IDI Kabupaten Cianjur dr Ronny Hadyanto 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cianjur, dr Ronny Hadyanto, mengatakan tak ada permohonan izin praktek dari tersangka dr LC (27) yang melakukan penyuntikan diazepam dan midazolam kepada korban di sebuah villa di Cipanas, hingga korban meninggal dunia.

Ronny mengatakan, IDI Cianjur juga tak memberikan rekomendasi izin kepada tersangka LC yang berpraktik di sebuah villa di Cipanas.

Setelah mengetahui kabar melalui media online, pihaknya langsung menelusuri database dan identitas LC apakah sudah terdaftar dan memiliki izin praktek di Cianjur.

Baca juga: Kasus Dokter Ditangkap, Dinkes Cianjur Sebut Sangat Langka Dokter Suntikan Dua Jenis Obat Penenang

"Kami langsung periksa database, ternyata sang dokter berasal dari luar kota, yang bersangkutan itu tidak terdaftar sebagai anggota IDi cabang Cianjur," ujar Ronny ditemui di kantor IDI Jalan KH Abdulah Bin Nuh, Jumat (31/12/2021) siang.

Ronny mengatakan, setelah dicek lagi yang bersangkutan tidak pernah mengajukan permohonan rekomendasi untuk berkas praktek.

Ia mengatakan secara umum kalau tidak ada surat izin praktek maka itu diserahkan kepada pihak berwenang untuk memeriksa.

"Kami hanya bisa memberikan keterangan bahwa memang ada kejadian tersebut benar adanya, tetapi tidak juga bisa memberijan keterangan yang lebih," katanya.

Diberitakan sebelumnya, LC (27) seorang dokter muda asal Jakarta mengaku sudah menyuntikkan beberapa kali diazepam dan midazolam kepada korban sebelum akhirnya korban kejang kesakitan dan dikirim ke RSUD Cimacan Cianjur.

Baca juga: Kini Ditahan, Dokter Muda Ngaku Sempat Menyuntikkan 2 Obat Ini Sebelum Korban Meninggal di Cianjur

Korban tak tertolong lalu meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Cimacan.

Dokter muda tersebut kini harus mengenakan pakaian oranye karena menjadi status tersangka dan menjalani pemeriksaan intensif di Satnarkoba Polres Cianjur Jalan KH Abdulah Bin Nuh, Kamis (30/12/2021)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved