Breaking News:

Kasus Dokter Ditangkap, Dinkes Cianjur Sebut Sangat Langka Dokter Suntikan Dua Jenis Obat Penenang

Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mengatakan pasien yang meninggal karena disuntik zat diazepam dan midazolam harus diperiksa riwayat sakitnya.

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan dan Kadinkes Cianjur perlihatkan barang bukti ampul diazepam 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mengatakan pasien yang meninggal karena disuntik zat diazepam dan midazolam harus diperiksa riwayat sakitnya.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mengaku kaget karena sang korban harus disuntik double dengan dua zat yang memiliki efek yang sama yakni obat penenang.

Kepala Seksi Farmasi Dinkes Kabupaten Cianjur, Meita, mengatakan saat ini Dinkes Cianjur hanya bisa mendukung upaya Polres Cianjur untuk mengusut tuntas kasus karena domisili sang dokter berasal dari Jakarta.

"Harus diperiksa juga apakah dokter tersebut memiliki izin praktik sehingga bisa menyuntikkan double zat yang sama terhadap pasien," kata Meita.

Meita mengatakan, pihak Dinas Kesehatan saat ini hanya diminta sebagai ahli untuk menjelaskan kandungan dan zat yang disuntikkan kepada pasien.

"Riwayatnya harus diperiksa juga sang pasien ini kenapa harus disuntikkan double sekaligus," katanya.

Meita mengatakan, efek dari Diazepam dan bidazolam sama-sama memiliki efek ketagihan selain ada efek yang menenangkan.

"Dua jenis obat ini memiliki efek penenang, selain itu efek obat ini juga memiliki efek ketagihan," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved