Komisi Perlindungan Anak Sebut Gadis 14 Tahun di Bandung itu Tak Hanya Korban Rudapaksa, Tapi . . .

Komnas Perlindungan Anak Jabar mengutuk pelaku yang tega memperkosa dan menjual gadis 14 tahun menjadi pekerja seks komersil di Bandung. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabarb / Muhamad Nandri
Lokasi kejadian dugaan rudapaksa gadis 14 tahun di kos-kosan padat penduduk di wilayah Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komnas Perlindungan Anak Jabar mengutuk pelaku yang tega memperkosa dan menjual gadis 14 tahun menjadi pekerja seks komersil di Bandung

Kasus tersebut sudah ditangani Polrestabes Bandung. Saat ini baru ada tiga pelaku yang diamankan Polisi yakni IM (18), MS (18), dan SV (16). Belasan pelaku lain masih diburu polisi. 

"Jelas kami sangat mengutuk kejadian ini ya, karena sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan, gadis 14 tahun, jadi tindak pidananya sudah kekerasan seksual kemudian ada tindak pidana eksploitasi lalu TPPO atau perdagangan orang juga masuk," ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak Jabar, Diah Puspitasari Momon, di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (30/12/2021). 

Baca juga: Pria di Bandung Ini Sebut Gadis 14 tahun yang Disetubuhi Puluhan Orang Itu Bukan Rudapaksa

Pihaknya mengaku sudah melakukan investigasi dan akan terus mengawal proses hukum ketiga tersangka. 

"Kami ingin pelaku semua dihukum seberat-beratnya," katanya. 

Ketiga pelaku dijerat pasal berlapis, yakni UURI No. 21 tahun 2007 Tentang TPPO, pasal 2,6, 11, 12 dengan ancaman Hukuman paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun  pidana. 

Polisi juga menjerat tersangka dengan Pasal 76 I Jo Pasal 88 UURI UURI No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UURI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan Pidana Denda Rp. 200.000.000. 

Sebelumnya, gadis berusia 14 tahun dijadikan pekerja seks komersil (PSK) oleh pacar dan dua rekannya. 

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Aswin Sipayung mengatakan, ketiga pelaku dijerat kasus dugaan pemerkosaan dan tindak pidana perdaganan orang (TPPO). Para tersangka yang masih berusia remaja itu bekerjasama dalam menjalankan tindak pidana tersebut. 

Baca juga: Gubernur Minta Polrestabes Bandung Dalam Hitungan Hari tangkap Semua Pelaku Rudapaksa Gadis 14 Tahun

Adapun kronologisnya, kata Aswin, korban berkenalan dengan pelaku MS  melalui media sosial hingga sepakat untuk bertemu hingga menjalin hubungan asmara. Namun, hubungan keduanya tak berlangsung lama. 

Sekitar awal Desember 2021, kata dia, korban berkenalan dengan IM yang masih teman MS, melalui media sosial. 

IM mengajak korban untuk bertemu. Setelah beberapa kali sempat menolak, korban akhirnya setuju untuk bertemu di daerah Gedebage pada 15 Desember. Di sana, IM sudah bersama dengan MS dan SV. Keempatnya kemudian pergi naik bus ke kawasan Cijerah. 

Bertempat di sebuah kamar kos, IM melakukan hubungan badan dengan korban. Pada malam harinya, ketiga tersangka bersekongkol menjual korban melalui aplikasi Michat untuk melayani tamu. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved