Doa Harian
Bacaan Doa Akhir Tahun 2021 dan Doa Awal Tahun 2022 Lengkap Beserta Artinya, Baca Usai Salat Magrib
Menjelang malam pergantian tahun dari 2021 ke 2022, Anda khususnya sahabat muslim dapat membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun
TRIBUNJABAR.ID - Menjelang Tahun Baru 2022 atau pergantian tahun dari 2021 ke 2022, Anda khususnya sahabat muslim dapat membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun.
Memanjatkan doa akhir tahun dan doa awal tahun ini untuk memohon pengampunan dan berkah di tahun mendatang.
Pembacan doa awal tahun dilakukan sebanyak tiga kali.
Kalimat atau bacaan doa awal tahun dibaca setelah menunaikan salat Magrib.
Baca juga: Doa-doa Meminta Hikmah saat Dihadapkan Masalah dalam Hidup, Doa Mustajab Dibaca setelah Salat Fardu
Kalender Hijriah berpatokan pada terbit dan terbenamnya matahari.
Bila matahari sudah tergelincur di ufuk barat maka hari telah berganti.
Bagi Anda yang kesulitan membaca doa awal tahun dan doa akhir tahun dalam huruf hijaiyah, Tribunjabar.id sudah menyiapkan terjemahan dan huruf latinnya.
Berikut ini bacaan doa akhir tahun dan doa awal tahun
Bacaan doa akhir tahun
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اللهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ عَنْهُ، وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلى عُقُوْبَتِيْ، وَدعَوْتَنِيْ إِلى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلى مَعْصِيَّتِكَ، فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِيْ.
Allohumma ma ‘alimtu fi hadzihis sanah mimma nahaitani ‘anhu fa lam atub ‘anhu, wa lam tardhohu wa lam tansahu, wa halimta ‘alayya ba‘da qudrotika ‘ala ‘uqubati, wa da’utani ilat taubati mim ba’di jaro’ati ‘ala ma’shiyyatika, fa inni astaghfiruka faghfirli.
Artinya:
"Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
"Ya Allah, apa yang kulakukan di tahun ini berupa yang Engkau larang, aku belum bertobat darinya. Dan Engkau (tentu) tidak meridhai perbuatan itu lagi dan tidak (akan) melupakannya."
"(Namun) Engkau begitu lembut meski Engkau mampu membalas perilaku aku."
"Engkau mengajak aku untuk bertobat setelah aku larut dalam perbuatan maksiat kepada-Mu. Maka, sungguh, aku memohon ampunan-Mu, ampunilah Aku."
Dilansir dari Bincangsyariah.com, kalimat atau bacaan doa akhir tahun ini dikutip dari Kitab Maslaku Al Akhyar karya Habib Usma bin Yahya Al-Alawi di abad 20.
Bacaan doa awal tahun
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ اَنْتَ اْلاَ بَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرَمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ اَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَ
اَوْلِيَائِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلاِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِى اِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim.
Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa ‘alaa fadhlikal-’azhimi wujuudikal-mu’awwali, wa haadza ‘aamun jadidun qad aqbala ilaina nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam."
Artinya:
"Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
"Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat dan salam (belas kasihan dan kesejahteraan) kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat Beliau."
"Ya Allah, Engkau Dzat Yang Kekal, yang tanpa Permulaan, Yang Awal (Pertama) dan atas kemurahan MU yang agung dan kedermawanan MU yang selalu berlebih, ini adalah tahun baru telah tiba."
Baca juga: 7 Rekomendasi Makanan yang Cocok Dinikmati Rayakan Malam Tahun Baru 2022 Bersama Keluarga di Rumah
"Kami mohon kepada-MU pada tahun ini agar terhindar (terjaga) dari godaan syetan dan semua temannya serta bala tentara (pasukannya), dan (kami mohon) pertolongan dari godaan nafsu yang selalu memerintahkan (mendorong) berbuat kejahatan."
"Serta (kami mohon) agar kami disibukkan dengan segala yang mendekatkan diriku kepada-MU dengan sedekat-dekatnya."
"Wahai Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, wahai Dzat Yang Maha Belas Kasih."
Selain doa awal tahun dan doa akhir tahun di atas, ada doa lainnya yang dapat dipanjatkan.
وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ أَللهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلَالِ والْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلُهُ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ، وَصَلّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Wa ma ‘alimtu fiha mimma tardhohu wa wa’adtani ‘alaihis sawab, fa as’alukallohumma ya karim ya dzal jalali wal ikrom an tataqobbalahu minni wa la taqtho’ roja’i minka ya karim, wa shollallahu ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Artinya:
"Dan, apa yang aku lakukan di tahun ini yang Engkau ridhai dan janjikan ganjaran padanya, maka aku bermohon pada-Mu Ya Allah Yang Maha Mulia, Yang Maha Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, untuk menerima amalku, dan tidak memupuskan harapanku pada-Mu. Dan Allah senantiasa berselawat dan memohon selamat kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., keluarganya dan para sahabatnya."
(Tribunjabar.id)
Hukum Membaca Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun
Dikutip Wartakotalive.com dari Youtube, menurut Ustadz Abdul Somad, tahun hijriah muncul pada masa pemerintahan Umar bin Khatab.
Jadi pada saat Nabi Muhammad SAW meninggal tak ada kalender, lalu naik Abu Bakar pun tak ada kalender..
Menurut Ustadz Abdul Somad, selama 10 tahun Nabi Muhammad memimpin di Kota Madinah tak ada awal tahun dan akhir tahun.
Namun di zaman itu sudah ada Muharram, Safar, Rabi’ul Awal, Rabi’ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadan, Syawal, Dzulka’dah, Zulhijah.
"Tapi tak ada bulan 1, bulan 2, bulan 3 maka kita tidak pernah tahu tahun kapan Nabi lahir. Nabi lahir pada tahun gajah.
Begitu juga ketika Abu Bakar memerintah, tak ada," tutur Ustadz Abdul Somad.
Maka dari situlah ditetapkan 1 Muharram sebagai bulan pertama dan kita punya tahun 1430 hijriah.
Kemudian naiklah pemerintah Sayyidina Umar bin Khattab maka ada gubernur bernama Abu Musa Ashari yang menerima mandat dari Romawi yang menanyakan adakah bulan Agustus.
Barulah saat Umar bin Khatab ada kalender dan disusun bersama para sahabat nabi bernama Muaz.
Baca juga: Ucapan-ucapan Lucu Selamat Tahun Baru 2022, Cocok Buat yang Humoris, Kirim ke Teman Dekat dan Pacar
Jadi Nabi tidak mengajarkan, ya. Namun apa boleh dibaca? Ya boleh saja," jelas UAS.
Dia mengatakan, kita mengenal sunah Nabi ada tiga yaitu sunah qauli, sunah syahli, dan sunah taqi.
Doa Akhir Tahun dan awal tahun disebut dalil umum di seluruh kehidupan. Jadi bagus berdoa kapan pun
"BIla ada yang menyebut Doa Akhir Tahun dan awal tahun dari Nabi itu bohong sebab zaman nabi belum ada akhir tahun," tutur UAS.
Ustadz Abdul Somad melanjutkan, dalill doa ini umum saja, Allah bersabda berdoalah kepada Ku maka Aku akan mengabulkan.
Hal ini sama seperti doa mau makan, doa masuk kamar mandi maka dalam hari-hari baik pun membaca doa seperti masuk dalam awal Muharram membaca doa adalah baik, tak ada dalil khusus tapi dalil umum ada.
Mintalah yang baik supaya dalam setahun ini berjalan dengan baik, dijauhkan dalam perbuatan zina, diberikan kesabaran
Lalu bagaimana tentang baca ayat kursi tiga kali siapa pun yang membaca yasin suatu malam maka pada waktu subuh sudah mendapat pengampunan dari Allah Swt, jadi sahihkah dalil ini?
Berdasarkan hadis Ibnu Katsir maka barang siapa membaca ayat Kursi maka subuhnya akan diampuni Allah.
Baca juga: Doa-doa yang Dibaca Ketika Bepergian dan Doa Naik Kendaraan, Memohon Perlindungan dan Keselamatan
(Wartakota)